Home Informasi Serta Merta Dalam 14 Hari Polda Sumut Gagalkan Lima Kasus Perdagangan Manusia

Dalam 14 Hari Polda Sumut Gagalkan Lima Kasus Perdagangan Manusia

0

Selama 14 hari terakhir Subdit IV Renakta Polda Sumut berhasil menggagalkan lima kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kronologisnya pada (25/10/2017) sekitar jam 05.00 WIB petugas Kepolisian berhasil mengamankan 2 orang perempuan di Hotel Wings Jalan Kualanamu atas nama tersangka Puspita Anggraini alias Sisca dan korban atas nama Siti Fatmawati yang akan berangkat menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Tidak lama berselang sekitar jam 05.40 WIB petugas kembali berhasil mengamankan dua orang lagi korban. Yakni atas nama Adinda Riani Putri Harahap dan Ewis Andriani Putri yang akan berangkat bersama-sama dengan tersangka ke Kuala Lumpur untuk dipekerjakan sebagai pelayan sex di Spa Cassanova Hotel yang terletak di Jalan Alor Bukit Bintang Kuala Lumpur.

Petugas berhasil mengamankan 5 buah paspor, tiket pesawat, dokumen untuk bekerja diluar negeri dan hanya menggunakan paspor pelancong.

Petugas melakukan penangkapan dengan cara menyamar sebagai sopir Grab. Sesampainya di Bandara Kualanamu, petugas langsung menangkap 2 orang lagi korban Adinda dan Ewis dan selanjutnya dibawa ke Polda Sumut guna proses penyelidikan.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan satu diantara kasus yang berhasil diungkap gunakan modus pengiriman TKI keluar negeri dengan tujuan Malaysia, sebagai therapis namun endingnya para korban dijual sebagai Pekerja Sex Komersial (PSK).

“Tiga kasus TPPO lainnya modus yang digunakan adalah prostisusi online melalui media sosial baik Twitter maupun Whatsapp,” kata Andi Rian di Polda Sumut, Selasa (7/11/2017).

“Satu kasus lainnya, prostitusinya atas nama tersangka Hendriksyah Putra Sitorus, menggunakan cara tradisional menjajakkan diri dan melakukan penawaran ke orang yang berminat,” tambahnya.

Andi menuturkan ada tiga orang korban yang berhasil diamankan dari kasus TPPO ke Malaysia tersebut. Bahkan untuk kelima pelaku yang diamankan, salah satunya masih dibawah umur.

“Untuk pelaku dibawah umur, kita akan kiordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk lakukan pembinaan. Tetapi perkara tetap mengacu pada UU Perlindungan perempuan dan anak,” jelas Andi. (ms)

SHARE