Beranda Informasi Setiap saat Kasus Narkoba Libatkan Oknum Polisi Dipertanyakan

Kasus Narkoba Libatkan Oknum Polisi Dipertanyakan

0

Kasus penyalahgunaan narkotika men¬jadi atensi anggota Komisi 3 DPR RI, Juniart Girsang saat kunjungan kerja ke Polres Dairi di Sidikalang, baru-baru ini. Didampingi Staf Ahli Komisi 3 Richard Eddy M Lingga dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Dairi, Junimart mempertanyakan perkembangan kasus narkoba melibatkan oknum anggota Polres Pakpak Bharat berinisial BAS dan oknum Kepala Desa Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat berinisial BS.
Itu tangkapan Mei 2017. Ada barang bukti dan yang bersangkutan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, kata Junimart kepada Kapolres Dairi AKBP Januario Jose Morais.
Substansi itu kemudian dipertanyakan saat rapat bersama pejabat utama. Kasat Reserse Narkoba, AKP Nopiardi mene¬rangkan, keduanya direhabilitasi ke Badan Narkotika Kabupaten Karo.
Junimart kemudian mengatakan, bisa saja direhabilitasi. Tetapi kasus harus lanjut ke persidangan. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) belum ada ke kejaksaan, timpal mantan pengacara itu. Gimana pula itu, sudah positif narkoba tetapi masih menjabat Kades?
Morais mengatakan segera mengusut kasus tersebut. Menurutnya, berkas harus diselesaikan sampai ke pengadilan.
Sebagaimana telah diberitakan, keduanya diamankan tim gabungan Polres Dairi di Jalan Pahlawan Kelurahan Batang Beruh Sidikalang per 1 Mei 2017. Kala itu, polisi memberhentikan 1 unit mobil Ayla warna oranye pelat 1467 UP. Ketika diberhentikan, polisi melihat 1 botol kaca kosong dibuang dari mobil, 1 kaca pirex, 1 pipet. Saat digeledah, dari kantong BS didapati 1 mancis.
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Dairi, Benny Purba menerangkan, pihaknya belum pernah menerima SPDP terkait kasus itu. Dia memang mendengar adanya penangkapan. Tetapi kalau SPDP tak dikirim, mau komentar apa.
Menurut Benny, proses rehabilitasi tidak berhenti sampai di situ. Hakimlah menentukan apakah dijatuhi vonis atau bagaimana. Diterangkan, itu sesuai surat kesepakatan bersama pimpinan lembaga penegak hukum.
Salinan menyebutkan , keduanya menjalani rawat jalan di BBN Kabupaten Karo. Serah terima dilakukan per 3 Mei 2017 dari anggota Polres Dairi Kepala Unit Penyidikan CH Manurung kepada Kasi Rehabilitasi dr Rose Erythrina br Pinem.