Home Informasi Setiap saat Kejari Binjai Geledah RS Djoelham

Kejari Binjai Geledah RS Djoelham

0

Kajari Binjai, Viktor Antonius Saragih Sidabutar, berdialog dengan Dirut RSUD Dr RM Djoelham, Kota Binjai, saat operasi penggeledahan terhadap sejumlah ruangan di rumah sakit terkait, Rabu (8/11).
Tim Penyidik Satuan Khu¬sus Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai meng¬geledah sejumlah ruangan di Gedung RSUD Dr RM Djoel¬ham, Kota Binjai, Rabu (8/11) pagi.
Operasi itu dilakukan sehubungan upaya pendalaman proses penyidikan perkara du¬gaan korupsi penga¬daan alat kesehatan (alkes) tahun anggaran 2012, dengan pagu anggaran mencapai Rp 14 miliar.
Penggeledahan dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Viktor Antonius Saragih Sidabutar, dan Ketua Tim Penyidik, Erlina, serta dikawal ketat beberapa petugas kepo¬lisian.
Setiba di rumah sakit terkait, tim penyidik kejaksaan menemui Direktur Utama (Dirut) RSUD Dr RM Djoel¬ham, dr Sugianto, sembari meminta izin dengan memperlihatkan surat perintah penggeledahan.
Selanjutnya, mereka meng¬geledah Ruang Kasubag Keuangan, Ruang Surut, serta Ruang Kasubag Umum dan Tata Usaha, Ruang Kasubbag Kepegawaian, guna mencari sejumlah dokumen yang dibu¬tuhkan.
Dari situ, tim penyidik kejaksaan beralih menuju Ruang ICU, guna memeriksa dan mencocokkan spesifikasi peralatan kesehatan dengan data sejumlah produk yang dibeli.
Sekira tiga jam melakukan penggeledahan, Kajari Binjai, Viktor Antonius Saragih Sidabutar, beserta jajarannya, segera meninggalkan rumah sakit terkait, dengan membawa kotak berisi beberapa dokumen.
Ketua Tim Penyidik Kejari Binjai, Erlina mengatakan, operasi merupakan kelanjutan proses penyidikan, menyusul pene¬tapan tujuh tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012, sepekan sebelumnya.
Mereka antara lain, mantan Dirut RSUD Dr RM Djoelham, MS, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), S, ULP RSUD Djoelham, C, Ketua Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Jasa, SW, mantan Kepala Cabang Kimia Farma Medan, BA, Direktur PT Mesarinda Abadi, T, dan Direktur Petan Daya Medica, F. Dalam perkara ini, kita menemukan ada indikasi kerugian negara hingga mencapai Rp3,5 miliar.
Dia mengaku belum melakukan upaya penahanan terhadap ketujuh tersangka. Sebab hingga saat ini, pihaknya baru menerima surat perintah dimulainya proses penyidikan.

SHARE