Home Informasi Berkala Ketika Diantar Ke Rumahnya, Korban Diantar Mengunakan Mobil, Dengan Kondisi Tubuh Penuh...

Ketika Diantar Ke Rumahnya, Korban Diantar Mengunakan Mobil, Dengan Kondisi Tubuh Penuh Luka-Luka

0
Ketika Diantar Ke Rumahnya, Korban Diantar Mengunakan Mobil, Dengan Kondisi Tubuh Penuh Luka-Luka

Polda Sumsel – Meninggalnya korban inisial RO (40), warga jalan KH Wahid Hasyim Lorong Berdikari Kelurahan 1 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Sumatera Selatan, dengan cara tidak wajar, pada Kamis (2-11-2017), sekira pukul 03.00 wib, shubuh, menghebohkan warga sekitar dan membuat warga takut.

Informasi yang dihimpun dilapangan, meninggalnya Ibu tiga anak ini diketahui saat diantarkan oleh tiga orang temannya, dua laki-laki dan satu perempuan.

Ketika diantar ke rumahnya, korban diantar mengunakan mobil, dengan kondisi tubuh penuh luka-luka, luka memar di tangan kanan dan kiri, serta ada cakaran dengan jumlah banyak di bagian perut.

Saat itu, kami tengah tidur di rumah, tiba-tiba ada tamu yang mengetuk pintu, dan mengantar ibu, ungkap DE (21), anak korban ketika ditemuii rumahnya. Melihat sang ibu, membuat DE terkejut dan Syok. Karena saat itu melihat kondisi ibunya yang sudah mengalami luka-luka. Saya panik dan Syok pak melihat ibu saya.

Lalu saya minta tolong ke tetangga untuk mengangkat ibu masuk rumah, katanya. Lanjut mahasiswi semester tujuh Fakultas Ilmu Komputer Unsri Bukit itu, ketika diantar pulang sang ibu sudah meninggal dunia dengan banyak luka-luka.

Ada tiga orang yang mengantar ibu saya pak, dua laki-laki dan satu perempuan semuanya teman Ibu, kalau saya tanya waktu mereka mengantar ibu, ungkapnya.

Namun, setelah mengantar korban, ketiga teman korban pun langsung pergi. Mereka seperti ketakutan dan langsung pergi saja pak, saya bilang kenapa ibu saya mereka bilang tidak tahu, dan katanya mereka mau pergi cepet karena ada urusan, katanya.

Satu teman ibu, ada yang dikenali oleh anak korban DE, inisial SU. Tetapi saat itu dia juga kelihatan ketakutan, ketika saya tanya dan tidak menjawab. Dia juga memang sering antar jemput Ibu, katanya.

Diketahui, aktivitas Rodiah sehari-hari biasanya berjualan kopi di pasar induk mulai sekira pukul 19.00 wib, dan pulangnya sekira pukul 07.00-08.00 wib, Pagi.

Nah malam itu Ibu memang tidak jualan, tapi dia pergi dari rumah setelah isyak dengan maksud ingin bayar sewa ruko di tempat yang baru, katanya. Lanjut DE, sewa ruko itu lebih-kurang Rp. 300 ribu.

Dulunya Ibu jualan kopi ikut orang. Namun sudah beberapa bulan ibu jualan sendiri dengan sewa ruko. Nah karena tempatnya kurang cocok jadi Ibu masih cari-cari ruko lain. Ya masih cari ruko baru, ungkapnya. Meninggal sang ibu, anak korban DE pun tidak mempunyai firasat apapun.

Tak ada yang aneh pak, hubungan saya pun baik dengan ibu. Ibu juga tidak punya musuh, ungkapnya. Ibu juga sering berpesan kepadanya supaya setelah lulus kuliah jangan menikah dulu. Ibu selalu pesan jangan cepat menikah biar bisa bahagiakan adik dan mengangkat adik untuk menjadi orang sukses, kata anak korban DE menitikkan air mata.

SHARE