Home Informasi Serta Merta Ketika Hendak Pulang Ke Rumahnya Dari Bekerja Sebagai Buruh PTPN VII Cinta...

Ketika Hendak Pulang Ke Rumahnya Dari Bekerja Sebagai Buruh PTPN VII Cinta Manis, Tiba-Tiba Petir Menyambar Tubuhnya Hingga Tewas

0
Ketika Hendak Pulang Ke Rumahnya Dari Bekerja Sebagai Buruh PTPN VII Cinta Manis, Tiba-Tiba Petir Menyambar Tubuhnya Hingga Tewas

Polda Sumsel – Malang nasib pemuda korban inisial AA (25), warga Desa Sejaro Sakti Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan.

 

Ketika hendak pulang ke rumahnya dari bekerja sebagai buruh PTPN VII Cinta Manis, tiba-tiba petir menyambar tubuhnya hingga tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Peristiwa itu terjadi di Rayon I Afdelling III PTPN Cinta Manis, pada Senin sore (30-10-2017) sekira pukul 16.00 wib. Korban tewas dengan kondisi tubuh berwarna kehitaman.

 

Sementara, sepeda motor jenis Yamaha Mio warna merah bernopol BG 6874 TP yang dikendarai hanya mengalami hangus ringan pada bagian jok.

 

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa nahas itu berawal di saat korban hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor usai bekerja. Setibanya di area perkebunan tebu Rayon I Afdelling III, tiba-tiba muncul suara gemuruh disertai petir yang seketika menyambar tubuh korban.

 

Akibatnya, pemuda yang masih melajang ini pun tergeletak dan tewas seketika. Melihat situasi itu, teman-temannya berusaha memberikan pertolongan. Namun, akibat luka bakar yang cukup serius, nyawa korban tak terselamatkan lagi. Oleh pihak keluarga.

 

Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Dusun II Desa Sejaro Sakti Inderalaya Selatan Kabupaten OI untuk disemayamkan. Keesokan harinya, korban sendiri dimakamkan kemarin pada Selasa (31-10-2017) sekira pukul 11.00 wib, di Pemakaman Desanya di Dusun II Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

 

Menurut Kadus II Desa Sejaro Sakti Erlan mengatakan, korban saat itu bermaksud pulang dari bekerja dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna merah Nopol BG 6874 TP. Dalam kondisi hujan dan suara gemuruh, tiba-tiba suara petir menggelegar dan menyambar tubuh korban, rekan-rekanya yang melihat kejadian tersebut.

 

Berusaha membantunya. Namun ternyata korban sudah meninggal dunia, dengan kondisi tubuhnya kehitaman, begitu pun pada jok sepeda motor sempat terbakar.

 

Lalu rekannya, membawa korban ke rumah duka di Dusun II Desa Sejaro Sakti, barulah keesokkan harinya, dilakukan pemakaman di Desanya, tanpa warga silih berganti menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban.

 

Korban itu masih bujangan, dan sebagai tulang punggung orang tuanya, tambah Kadus II Erlan.

SHARE