Home Informasi Setiap saat Pengendara Keluhkan Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalinsum Tebingtinggi – Parapat

Pengendara Keluhkan Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalinsum Tebingtinggi – Parapat

0

Sejumlah kendaraan terpaksa mengantri ketika sistem buka-tutup di jalan itu dilakukan pihak Kepolisian untuk mengatasi kemacetan yang disebabkan pelaksanaan proyek preservasi dan pelebaran Jalinsum Tebingtinggi – Parapat di kawasan Desa Kedaidamar, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, Senin (6/11).

Proyek preservasi dan pelebaran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tebingtinggi – Parapat tepatnya di wilayah Desa Kedaidamar, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang menggunakan APBN senilai Rp 223.349.543.692 dikeluhkan sejumlah pengendara karena menimbulkan kemacetan panjang.

Di lokasi, Senin (6/10), tampak berbagai jenis kendaraan terpaksa mengantri sekitar 200 meter lebih. Kemudian kemacetan juga diperparah karena adanya pengecoran rabat beton di dekat perlintasan kereta api di kawasan itu.

Salah seorang pengemudi truk bernama Heri (45) yang sering melintas di areal tersebut mengatakan, kemacetan paling parah kerap terjadi saat memasuki akhir pekan.  Pada Minggu (5/11) lalu, terjadi kemacetan sepanjang 400 meter. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas kami sebagai pengguna jalan, ujarnya sembari berharap kepada pihak kontraktor agar segera mengatasi hal yang merugikan pengendara itu.

Pengawas lapangan PT Bumi Karsa Hamdan   membenarkan bahwa kemacetan kerap terjadi di kawasan proyek tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Sat Lantas Polres Tebingtinggi dan Dinas Perhubungan Sergai untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan sehingga Kepolisian memberlakukan sistem buka tutup jalan di titik perbaikan jalan yang berlangsung selama 21 hari kalender untuk wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, kemacetan selalu terjadi di setiap pengerjaan proyek dan hal itu merupakan dampak dari pembangunan yang saat ini sedang gencar dilakukan pemerintah. Kita mengakui dan sudah siap menerima kritikan dari pengendara terkait adanya antrian yang mengular itu. Namun, pengerjaan ini dilakukan untuk kenyamanan masyarakat luas dalam berkendara. Oleh karenanya, kami berharap agar semua pihak dapat bersabar atas ketidaknyamanan tersebut.

Lanjut Hamdan, untuk mengatasi situasi itu pihaknya juga telah mengerahkan para pekerja untuk membantu Kepolisian guna mengatur lalu lintas di areal perbaikan sejak Sabtu (4/11) lalu.   Akan tetapi ada beberapa kendaraan terutama angkutan umum yang tidak tertib mengantri sehingga kemacetan di kawasan proyek Pemerintah Pusat tersebut semakin parah.

 

SHARE