Home Informasi Setiap saat Persoalan Batas Maritim Penyebab Terjadinya Insiden Penangkapan Nelayan di Selat Malaka

Persoalan Batas Maritim Penyebab Terjadinya Insiden Penangkapan Nelayan di Selat Malaka

0

Masih kerapnya nelayan maupun kapal penangkap ikan Indonesia mengalami insiden penangkapan oleh pihak keamanan laut negara Malaysia karena hingga saat ini belum ada kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia terkait persoalan batas maritim di Selat Malaka.

Hal tetsebut dikatakan, Kasubdit II Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Basria Basril, Rabu (8/11) usai melakukan pertemuan dengan kalangan nelayan Kota Medan dan pihak pengusaha perikanan di Pelabuhan Perikanan Gabion, Belawan.

Ia mengatakan, terkait dengan kondisi itu kapal penangkap ikan maupun nelayan Malaysia juga banyak yang ditangkap petugas keamanan laut Indonesia.

Sesuai data yang diperoleh pihak Kementerian Luar Negeri, sejak Nopember 2014 hingga Agustus 2017, sebanyak 57 unit kapal penangkap ikan Malaysia berikut para awaknya ditangkap petugas keamanan laut Indonesia karena diduga telah melakukan pencurian ikan di wilayah laut Indonesia.

Sedangkan sebanyak 18 unit kapal ikan serta 76 orang nelayan Indonesia juga telah ditangkap pihak keamanan laut Malaysia dengan dugaan memasuki atau menjaring ikan di wilayah laut negara tetangga tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, beberapa tahun lalu antara Indonesia dan Malaysia telah dilakukan kesepakatan, jika nelayan Indonesia maupun nelayan Malaysia memasuki wilayah perbatasan maritim di kawasan Selat Malaka yang belum disepakati, masing-masing pihak tidak melakukan penangkapan, tetapi memandu nelayan untuk keluar dari area tersebut.

Namun kenyataan di lapangan, baik nelayan Indonesia maupun nelayan Malaysia masih sering mengalami insiden penangkapan dengan tudingan telah memasuki wilayah laut Indonesia maupun Malaysia.

Menurut Kasubdit II Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Indonesia, meskipun telah puluhan tahun persoalan perbatasan maritim di Selat Malaka antara Indonesia dan Malaysia belum kunjung disepakati, tetapi kedua negara tersebut tetap berkomitmen untuk meminimalisir insiden penangkapan di wilayah ‘abu-abu’ tersebut.

Diharapkan, dengan dilakukannya pertemuan dengan kalangan nelayan dan pihak pegusaha perkanan di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan tersebut, nelayan Kota Medan sekitarnya dapat menghindari perbatasan maritim yang belum disepakati antara Indonesia dan Malaysia untuk menghindari terjadi insiden penangkapan yang dilakukan petugas keamanan laut.

SHARE