Home Informasi Berkala Polres Ogan Ilir Gandeng Polresta Palembang dan Polda Sumsel Mengungkap Kasus Perampokan...

Polres Ogan Ilir Gandeng Polresta Palembang dan Polda Sumsel Mengungkap Kasus Perampokan Yang Menimpa Driver Go-Car

0
Polres Ogan Ilir Gandeng Polresta Palembang dan Polda Sumsel Mengungkap Kasus Perampokan Yang Menimpa Driver Go-Car

Polda Sumsel – Kepolisian Resort (Polres) OI bersama unit Reserse Kriminal Sektor Pemulutan masih berusaha mengungkap kasus perampokan yang menimpa driver go-car di Pemulutan Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Saat ini kita telah bentuk tim khusus gabungan untuk mengungkap para pelaku, ujar Kapolres Ogan Ilir, AKBP M Arief Rifai SIK didampingi oleh Wakapolres Ogan Ilir, Kompol Janton Silaban, pada Jumat (27-10-2017) saat dihubungi melalui via telepon selluler.

Tim khusus yang dimaksud dijelaskan Kapolres Ogan Ilir, melibatkan dua regu antara lain dari pihak Reskrim dan Polsek Pemulutan yang bekerjasama dengan Polresta Palembang serta Polda Sumsel.

Mudah-mudahan para pelakunya bisa terungkap, harap Kapolres Ogan Ilir, AKBP M Arief Rifai, Sik. Ditambahkan Kapolres Ogan Ilir, selama bertugas tim gabungan dibagi dua arah dalam dua regu.

Lanjutnya, mereka saat ini sedang berupaya mencari keberadaan keempat orang pelaku tindak kejahatan yang tergolong sadis tersebut. Tentu hasil perkembangan penyelidikkan saat ini belum bisa saya sebutkan.

Nanti, mudah-mudahan pelaku segera terungkap, ujar Kapolres OI. Sementara diketahui, dibawah ancaman senjata tajam pelaku, korban seorang Driver Go-Car harus rela kehilangan satu unit mobil pribadi miliknya jenis Daihatsu Xenia warna silver tahun 2016.

Selain itu juga, korban kehilangan dua unit ponsel serta uang tunai senilai Rp. 600 ribu. Berawal dari empat orang penumpang naik dari bundaran air mancur Ampera Palembang, hendak diantarkan ke Desa Pipa Putih Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI.

Tiga orang penumpang duduk di barisan tengah dan yang satunya duduk disamping kemudi bagian depan. Korban mengaku keempat penumpang yang rata-rata berusia 30-35 tahun tersebut, awalnya sama sekali tidak menampakkan gelagat bila hendak merampok mobil pribadi miliknya.

Lanjut korban, saat hendak menuju ke Desa Pipa Putih, ia memilih jalan pintas dari simpang sungki. Tiba-tiba malam itu, ditengah suasana yang sepi dan gelap, dirinya mulai mengalami perasaan yang tidak enak.

Karena, penumpang yang duduk dibelakangnya mengucapkan kalimat “lanjakelah apo”. Sontak, saat posisi mobil melaju dengan kecepatan sedang, pelaku yang duduk diposisi belakang korban langsung menjerat lehernya dengan tali rafia.

Sementara pelaku disamping belakang menodongkan pisau dan satu pelaku lainnya menutup mata korban dengan lakban sembari memukuli bagian wajah korban dengan tangan kosong.

Lalu, pelaku yang duduk disamping kemudi turun dari mobil dan menyetir mobil korban. Sementara korban yang hampir lunglai setelah sempat dipukul, diikat menggunakan tali rafia pada bagian tangan serta mata dilakban.

Korban dibawa menuju ke arah Inderalaya. Sesampainya di lokasi semak belukar Desa Arisan Jaya Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten OI yang berjarak lebih kurang 15 kilometer dari TKP Desa Pipa Putih, bapak tiga orang anak ini dalam kondisi sadar diseret sambil dianiaya dan dipukul.

Lalu dibuang dan ditinggalkan begitu saja. Ditengah kondisi suasana yang gelap dan rerimbunan ilalang, bapak tiga orang anak ini hanya bisa pasrah dan tidak tahu hendak dibawa kemana lagi.

Paginya, ia diselamatkan oleh nelayan yang kebetulan melihat keberadaannya dalam posisi mata dilakban, tangan terikat oleh tali rafia.

SHARE