Home Informasi Setiap saat Polres Tanjung Balai Amankan Enam Orang Bermodus Tenaga Medis

Polres Tanjung Balai Amankan Enam Orang Bermodus Tenaga Medis

0

humas.polri.go.id- Polsek Teluk Nibung mengamankan 6 orang yang berlagak sebagai tenaga medis kesehatan dengan menawarkan jasa pengecekan kesehatan kepada warga, Selasa (31/10/2017).

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono melalui Kanit Reskrim Polsek Teluk Nibung, Iptu Robinson Saragih mengatakan, keenam pelaku ini diamankan berdasarkan laporan dari warga.

“Keresahan warga ini berdasarkan berita dari media sosial tentang kegiatan sindikat yang dicurigai menyebarkan virus penyakit menular melalui cara suntikan tersebut,” ujar Robinson Saragih.

Setelah dibawa ke Mapolsek Teluk Nibung dan dimintai keterangan, ternyata ke enam pelaku ini bukan merupakan tenaga medis dan tidak ada izin praktek dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungbalai, serta hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam melakukan kegiatannya, mereka hanya dibekali Surat Tugas dari PT Kasim Anugrah Pratama Join Win Academy Analysis. Dan para pelaku tidak ada membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta tidak berlatar belakang pendidikan kesehatan.

Modus yang mereka pergunakan yakni mendatangi rumah warga, di kawasan Teluk Nibung dengan menawarkan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya. Untuk menyakinkan korban, pelaku ini membawa alat medis sebagai pendukung test sampel darah seperti, mikroskop dan laptop.

“Untuk biaya pengambilan sampel darah tersebut, korban dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 50.000,” kata Robinson Saragih.

Adapun pelaku yang diamankan atas nama, Joice Evan Pratama (35), warga Jalan Gatot Subroto Km 8, kompleks Makro Medan, Herman Susanto (21), warga Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nur Indah Haloho (24), warga Jalan Gatot Subroto Km 8, kompleks Makro Medan, Endang Ratna Sari Harianja (19), warga Jalan Kepiting Griya 3 Blok D6 Martubung Medan, Ragil Hendra Lesmana (17), warga Jalan Kapten Muslim Gang Cempaka No 30 W Medan dan Irwansyah Sihaloho (19), warga Jalan Persamaan Gang Turi, Simpang Limun Medan.

Di hadapan penyidik, pelaku menerangkan cara kerja mereka yakni mendatangi rumah warga dan bertanya apa saja keluhan sakit yang dirasakan korban. Jika korban mengadu menderita suatu penyakit, maka pelaku meminta agar bersedia diambil darahnya untuk mengetahu secara langsung penyakit yang diderita.

Jika bersedia, pelaku pun memulai aksinya dengan mengambil sampel darah korban melalui jari tangan. Sebelumnya dibersihkan dengan kapas, selanjutnya menusukkan jarum ke jari tangan korban.

“Sementara darah yang keluar diteteskan ke objek gelas, kemudian diletakkan di mikroskop yang sudah terkoneksi dengan laptop,” ujar salah seorang pelaku kepada penyidik.

Selanjutnya Polsek Teluk Nibung berkordinasi dengan Dinas Kesehatan kota Tanjungbalai mengenai masalah tersebut dan diambil kesimpulan, bahwa ke enam pelaku ini diberi pengarahan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya yang melakukan praktek kesehatan tersebut tanpa adanya izin praktek dari Dinas Kesehatan, kata Iptu Robinson Saragih.

SHARE