Home POLDA JAWA TENGAH POLRES REMBANG Sat Lantas Polres Rembang dan DishubTindak Truk Parkir Liar di pinggir...

Sat Lantas Polres Rembang dan DishubTindak Truk Parkir Liar di pinggir Jalur Pantura

0

Rembang – Tim gabungan dari Satlantas Polres Rembang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang mulai menindak sejumlah kendaraan yang parkir secara liar di pinggir jalur Pantura Rembang. Senin (6/11/17).

Kegiatan tersebut digelar di dua lokasi berbeda, yakni Pantura Kecamatan Kaliori dan Pantura Kecamatan Lasem, Rembang. Dalam kegiatan tersebut, ada sebanyak 9 sopir truk yang ditilang karena kedapatan melanggar aturan dilarang parkir.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Ari Akta Gagah Nugraha SIK , MH  mengatakan, rata-rata sopir yang ditindak beralasan memarkirkan truk mereka karena tidak tahu bahwa lokasi tersebut merupakan daerah larangan parkir. Selain itu, keberadaan warung di sepanjang jalur tersebut dijadikan alasan para sopir sebagai tempat untuk parkir secara sembarangan.

Alasannya yang utama mereka bilang tidak tahu kalau disitu dilarang parkir, tujuan mereka berhenti disitu untuk makan, ngopi atau istirahat tidur, tuturnya

Lebih lanjut Kasatlantas mengaku akan rutin menggelar penertiban truk parkir liar tersebut di sepanjang jalur Pantura Rembang. Sebab, sepanjang jalur pantura memang tidak diperbolehkan sebagai lahan parkir kendaraan.

Rencana kedepan kita gelar terus untuk shock teraphy para sopir truk dan pemilik warung yang ada disekitar situ,  imbuhnya.

Pihaknya mengakui, kondisi tersebut dipicu adanya warung yang beroperasi di pinggiran jalur Pantura. Sedangkan warung-warung tersebut tidak memiliki lahan parkir, yang membuat para sopir truk memarkirkan kendaraan mereka di badan jalan Pantura.

Setelah ini rencana akan kami usulkan pembuatan Perda untuk gembok ban. Kalau ada truk nakal langsung digembok saja. Jadi kalau mereka mau kabur silahkan saja, kan sudah digembok bannya, jelasnya.

Adapun kondisi parkir liar truk tersebut telah terjadi cukup lama. Keberadaan truk parkir di pinggir jalur pantura tersebut dinilai membahayakan bagi para pengguna jalan. Selain mengurangi volume jalur pantura, keberadaannya terkadang tak terlihat dan bisa menyebabkan kecelakaan

SHARE