Home Informasi Setiap saat Tangkal Paham Radikalisme Dan Terorisme, Polsek Bandar Melakukan Sosialisasi

Tangkal Paham Radikalisme Dan Terorisme, Polsek Bandar Melakukan Sosialisasi

0

Humas.polri.go.id – Polda Jateng – Polres Batang –  Dalam rangka sosialisasi menangkal paham radikalisme dan terorisme, Personel Polsek Bandar Polres Batang Polda Jawa Tengah memenuhi undangan menjadi nara sumber bertempat di Ponpes Nurul Hidayah Ds. Sidayu, Kec. Bandar, Kab. Batang, Sabtu (12/11/17). Yang menjadi nara sumber dalam acara tersebut adalah Kanit Binmas Aiptu H. Sumarwoto dan PS. Kanit Intel Polsek Bandar Bripka Nano Winarno, S.H. 

Hadir dalam kegiatan sosialisasi,Kades Sidayu Muzayanah, Pimpinan Ponpes Nurul Hidayah Kyai Mabrur Hamid, Ketua LPMD H. Amin, Mahasiswa KKN Unnes, Santri Ponpes Nurul Hidayah. 

Pimpinan Ponpes Nurul Hidayah Kayai Mabrur Hamid mengatakan terimakasih atas terselenggaranya acara ini.

“Alhamdulillah atas terselenggaranya acara ini yang di inisiasi oleh KKN Unnes. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang apa itu radikalisme dan terorisme, sehinga kita dapat mengantisipasi dan menjauhinya,” katanya.

Kades Sidayu Muzayanah meyampaikan terimakasih kepada KKN Unnes yang telah menyelenggarakan acara ini.

“Semoga dengan adanya sosialisasi radikalisme ini kita dapat mengambil pelajaran sehingga dapat ikut mencegah paham radilalisme maupun terorisme,” katanya.

PS. Kanit Binmas Aiptu H. Sumarwoto menjelaskan bahwa Radikalisme adalah paham atau aliran yang berusaha merubah politik dan sosial dengan cara ekstrim dan kekerasan sedangkan terorisme adalah segala perbuatan yang menimbulkan ketakutan atau keresahan di khalayak umum. 

“Mereka ingin mewujudkan apa yang mereka harapkan dengan menghalalkan segala cara. Untuk membentengi kita perlu menjalankan agama dengan benar dan juga menjalankan aturan negara dengan benar, karena dengan kita menjalankan ajaran agama dan aturan negara yang benar niscaya kita tidak akan terjerumus pada paham radikalisme dan terorisme,” terangnya.

PS. Kanit Intel Bripka Nano Winarno, S.H., menuturkan untuk dapat menilai apakah seseorang berpaham radikal tidak dapat hanya dilihat dari penampilan fisik saja, akan tetapi diantaranya adalah ketika seseorang itu meyakini bahwa pemerintah indonesia itu adalah thogut, itu yang dapat mengindikasikan bahwa orang tersebut berpaham radikal. 

“Ciri lain, biasanya orang berpaham radikal jarang bersosialisasi dengan masyarakat umum, dan sering melakukan perkumpulan atau pengajian yang sifatnya tertutup dan tidak boleh dihadiri oleh orang lain diluar kelompok mereka,” katanya.

Lanjutnya, seharusnya jika seseorang itu belajar agama dengan benar akan semakin baik, ramah, murah senyum, dan makin tawaduk. Namun jika setelah belajar agama dia malah menutup diri dan menjadi temperamental maka di sinyalir dia salah dalam belajar.

“Maka, apabila kita mendapati ciri tersebut pada seseorang maka kita patut curiga, dan yang dapat kita lakukan diantaranya adalah menyampaikan informasi tersebut kepada Bhabinkamtibmas wilayah itu atau Kepolisian terdekat,” pungkasnya.
SHARE