Home Informasi Berkala Unit Pidana Korupsi Satreskrim Polres OI Melakukan OTT di Dinas Pemberdayaan Masyarakat...

Unit Pidana Korupsi Satreskrim Polres OI Melakukan OTT di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ogan Ilir, Satu PNS Diamankan

0
Unit Pidana Korupsi Satreskrim Polres OI Melakukan OTT di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ogan Ilir, Satu PNS Diamankan

Polda Sumsel – Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang melibatkan salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) inisial YM yang bertugas di lingkungan instansi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI dan inisial IR, Tenaga Sukarela (TKS).

Operasi tangkap tangan terduga gratifikasi percepatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 tersebut, berlangsung pada Rabu sore (1-11-2017) sekira pukul 16.00 wib, di kantor PMD OI Jalintim Km 35 Inderalaya-Kayuagung.

Selain mengamankan seorang PNS dan tenaga sukarela, dari OTT itu, Polisi menyita uang tunai senilai Rp. 67 juta dengan perincian masing-masing Rp. 47 juta dan Rp. 25 juta.

Sementara, yang terindikasi dugaan pungli gratifikasi senilai Rp. 3 juta dari Rp. 67 juta tersebut, sisanya untuk biaya pelatihan. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OI AKP Agus Sunandar SIk didampingi Kanit Pidkor Iptu Sondi Fraguna menegaskan, bila uang tunai tersebut, diduga digunakan untuk biaya gratifikasi percepatan pencairan ADD tahun 2017.

Uang itu diduga akan diberikan kepada inisial YM PNS Dinas PMD OI dengan jabatan Kasi Ekonomi dan Desa oleh inisial R diduga perangkat Desa Seribanding Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten OI.

Lanjut Kasat, sampai dengan Kamis (2/11), pihaknya belum bisa menetapkan status tersangka, dengan alasan masih dilakukan pendalaman dengan rangkaian proses penyelidikkan lebih lanjut. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka termasuk dari pihak PNS PMD OI inisial YM. Dari OTT tersebut, uang tunai yang diamankan yakni masing-masing senilai Rp 42 juta dan Rp. 25 juta.

Sementara, yang terindikasi pungli gratifikasi percepatan pencairan ADD tahun 2017 senilai Rp. 3 juta, ungkap AKP Agus Sunandar SIk saat dikonfirmasi di Mapolres OI, pada Kamis (2-11-2017). Sementara diketahui, sejumlah aparat Kepolisian Polres OI dari unit Pidkor, pada Rabu sore (1-11-2017) sekira pukul 16.00 wib, menggelar OTT di kantor Dinas PMD Pemda Kabupaten OI.

Adapun pihak yang terjaring OTT tersebut, melibatkan salah seorang PNS yang bertugas di Dinas PMD Kabupaten OI dengan jabatan sebagai Kasi Ekonomi dan Desa serta inisial IR, tenaga sukarela serta diduga pihak perangkat Desa Seribanding Kecamatan Pemulutan Barat. Selain itu,

Polisi menyita uang tunai senilai Rp. 67 juta. Sedangkan, tiga orang tersebut yang salah satunya merupakan PNS juga dibawa ke Mapolres OI. Pantauan di lokasi, pasca terjaringnya salah seorang PNS di instansi Dinas PMD OI, seperti biasa kantor pelayanan PMD tersebut terkesan tidak berpengaruh terhadap hal itu. Saat berusaha dikonfirmasi, Kepala PMD OI, Syamrowi terlihat lesu, dan ketika ditanyai, seperti bersikap acuh tak acuh untuk menjawab.

Nantilah. No komen, tuturnya. Menanggapi hal ini, Tokoh Masyarakat, Hendri menilai, bahwa sangat prihatin dengan kejadian ini, dimana pihak Polres sangat lamban menentukan sikap.

Mengingat, dari pagi sampai sore menunggu konfirmasi dari jajaran Polres OI terkait insiden OTT yang melibatkan salah satu instansi Dinas Pemda OI. Saya prihatin sama teman-teman dari malam kemarin sampai sore hari ini baru memberikan keterangan pers.

Ada apa? Dan Kenapa?, kok terlalu susah menetapkan tersangka. Padahal ini jelas, kena UU pidana korupsi, karena ada unsur gratifikasinya dan ada barang buktinya, tuturnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendesak agar pihak berwajib bisa mengusut tuntas kasus ini. Karena katanya, pasti ada aktor lain dibalik kejadian ini.

Saya juga nilai, ini ada indikasi korporasi (berjemaah), jadi kami mohon pada bapak Kapolres OI untuk segera dilakukan penyelidikan, dan bisa mengungkap ke akar-akarnya, tukasnya.

Sementara itu, pihak Polres belum memperkenankan untuk mengambil foto tersangka dan barang buktinya.

SHARE