Home Informasi Serta Merta Warga Mengeluhkan Jalan Rusak Karena Dilalui Oleh Kendaraan Milik PT Waskita

Warga Mengeluhkan Jalan Rusak Karena Dilalui Oleh Kendaraan Milik PT Waskita

0
Warga Mengeluhkan Jalan Rusak Karena Dilalui Oleh Kendaraan Milik PT Waskita

Polda Sumsel – Proyek infrastruktur pembangunan Jalan Tol Pematang – Kayuagung dan Kayuagung – Palembang Betung (Kapal Betung), Sumatera Selatan, terus digenjot. Disisi lain, ruas jalan desa dan kabupaten yang dilintasi kendaraan pembangunan jalan tol mengalami kerusakan cukup parah, pada Kamis (2-11-2017).

Proses pembangunan jalan tol, terus berjalan. Meskipun beragam keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan dan bertebaran debu dan pasir di sepanjang jalan yang dilintasi kendaraan angkutan pembangunan jalan tol yang dikerjakan oleh Perusahaan PT. Waskita.

Kerusakan terjadi di Jalan Alternatif Kayuagung-Palembang baik dari jalan kabupaten dan jalan provinsi terus membahayakan pengendara kendaraan yang melintas. Kerusakan jalan ini, disebabkan angkutan barang bertonase tinggi untuk menghantarkan barang dan tanah timbunan yang dipesan oleh PT. Waskita.

Saya kecewa dengan pemerintah kabupaten yang telah melakukan pembiaran terhadap kerusakan jalan desa maupun jalan kabupaten yang disebabkan oleh kendaraan perusahaan yang melintas, kata DE (32) warga Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang.

Dia menyebutkan titik jalan yang rusak di Kecamatan Kota Kayuagung, Wilayah Kelurahan Kedaton Kelurahan Mangun Jaya dan Kelurahan Cinta Raja. Masih kata DE, kerusakan jalan tidak dapat dihindari lagi, karena ketahanan tekanan badan jalan tak mampu menahan beban angkutan kendaraan yang melintas. Di setiap jalan yang dilintasi kendaraan pembangunan jalan tol terjadi kerusakan.

Seperti di Jalan Desa Serigeni, Desa Teloko, Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, ujarnya. Tidak terkecuali, Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI, sekarang ini ber gelombang dan sangat membahayakan bagi kendaraan yang melintas. Jalan yang rusak sekarang disebabkan oleh kendaraan perusahaan angkutannya melebihi tonase, timpal FI yang meminta kepada pemerintah daerah harus bisa memilah suatu kegiatan program agar mengawasi lajunya pembangun jalan tol Mesuji menuju Kecamatan Cengal dan wilayah kecamatan lainnya yang dilintasi aktifatas kendaraan penimbunan jalan tol.

Camat Kayuagung, Dedi Kurniawan SSTP MSi memgatakan, kalau mengenai lingkungan dan kerusakan jalan memang banyak keluhan masyarakat OKI, terkait dampak dari pembangunan jalan tol.

Masalah jalan rusak terutama bagi pengguna jalan yang memiliki kepentingan seperti PT Waskita telah kita koordinasikan untuk memperbaiki jalan yang rusak sebelum mengalami kerusakan cukup parah, ujar.

Terpisah Camat SP Padang, Herliyansyah SSTP, M.Si bahwa, beberapa titik yang dikeluhkan masyarakat seperti di Desa Awal Terusan dan Desa Tanjung Alai. Masyarakat berharap agar dapat segera diperbaiki.

Kita juga telah buat satgas pemeliharaan jalan dan bergotong royong melakukan perbaikan di jalan kabupaten tersebut, ungkapnya.

Sementara Gunadi Wakil Kepala Divisi VI PT. Waskita Karya menegaskan pihaknya melalui kepala proyek di wilayah tersebut telah berupaya melakukan perbaikan secara bertahap. Usai pelaksanaan pembangunan proyek tol, akan kita lakukan perbaikan lagi secara total, ucap Gunadi yang menuturkan, perbaikan jalan rusak yang disebabkan keluar masuk kendaraan itu, baru akan diperbaiki setelah pembangunan jalan tol benar-benar dinyatakan selesai, dan baru dikerjakan agar tidak sia-sia.

Gunadi juga menjelaskan, kalau sekarang dilakukan perbaikan, akan sia-sia pekerjaannya. Sebab jalan masih dilintasi kendaraan bertonase lebih. Masyarakat harus bersabar karena pemerintah terus melakukan koordinasi terkait kerusakan jalan yang disebabkan pembangunan jalan tol.

Kepala Dinas PU OKI, Ir H Hapis MM menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Waskita Karya untuk dilakukan perbaikan jalan. Apalagi jalan yang dilalui alat berat Waskita baru berumur sekitar 1 Tahun sampai 4 tahun. Namun sudah mengalami kerusakan.

Bila Pemkab yang melakukan perbaikan tentu akan sulit apalagi di saat kondisi defisit anggaran saat ini, ucap Hapis perbaikan jalan kerap kali dikerjakan sistem zona. Saat ini Pemkab sedang melakukan perbaikan dan pembangunan jalan di desa – desa yang memang telah mendesak.

Jadi untuk yang dilalui alat berat Waskita kami meminta untuk segera diperbaiki, karena memang sudah banyak keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan dan debu serta pasir yang bertebaran dimana-mana.

SHARE