Home Informasi Serta Merta Warga Panai Hilir Meminta Aparat Kepolisian Untuk Mengusut Tuntas Kasus Tumpukan Pasir

Warga Panai Hilir Meminta Aparat Kepolisian Untuk Mengusut Tuntas Kasus Tumpukan Pasir

0

Warga Panai Hilir meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tumpukan pasir di Jalan Lintas Desa Sei Sanggul Dusun I, Kecamatan Panai hilir, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan empat kritis akibat kecelakaan, Senin (30/10/2017) kemarin.Informasi yang diterima, kecelakaan yang terjadi sekira pukul 18.30 menyebabkan tiga warga Desa Sei Sanggul kritis setelah sepeda motornya menabrak tumpukan pasir di Jalan Lintas Desa Sei Sanggul Dusun I saat hendak pulang ke rumahnya dari Kota Sei Berombang menuju Desa Sei Sanggul.
Padahal, tumpukan pasir itu belum ada tertumpuk di jalan lintas tersebut saat ketiga warga Sei Sanggul itu pergi dengan berbonceng tiga. Namun, ketika pulang mereka terkejut melihat tumpukan pasir dan akhirnya menabrak tumpukan pasir yang berada di jalan lintas di sana.
Ketiga korban itu antara lain Aswat (24) mengalami luka pada bagian hidung, Awal (24) mengalami luka pada bagian kepala, dan lengan, serta Uji (23) mengalami luka pada bagian punggung.
Ads
Usai kecelakaan tersebut, tak lama kemudian kecelakaan kedua kembali terjadi. Kali ini menyebabkan korbannya meninggal dunia sekira pukul 19.30 saat korban hendak pulang ke Desa Sei Lumut dari Kota Sei Berombang.
Lagi-lagi korban tak menyadari adanya tumpukan pasir di jalan tersebut. Apalagi saat itu hujan turun dan mati lampu sehingga korban tak menyadari adanya tumpukan pasir.
Korban yang diketahui bernama Arifin (21), akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat di Puskesmas Kota Sei Berombang. Jenazah korban lalu dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sekira pukul 22.00. Sedangkan rekannya, Junaidi (22) mengalami luka di bagian kepala.
Saat dikonfirmasi perihal ini, Kepala Desa Sei Sanggul, Syafrijal membenarkan tumpukan pasir di jalan lintas adalah perbuatan anggotanya di lapangan guna membangun jalan semenisasi di Dusun I Desa Sei Sanggul dengan anggaran dana desa tahun anggaran 2017.
Secara terpisah, tokoh pemuda Kecamatan Panai Hilir, Budi Hermansyah Saragih menilai, tindakan TPK (Tim Pengelola Kegiatan) dana desa Sei Sanggul adalah bentuk kesewenangan yang telah menumpuk pasir di jalan lintas. Tentunya hal ini mengganggu arus lalu lintas dan telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka kritis.
“Tindakan ini melanggar melanggar PP Nomor 34 tahun 2006 tentang jalan. Di mana jalan umum adalah jalan diperuntukan bagi lalu lintas umum, bukan kepentingan pribadi menumpuk material bangunan,” jelas Budi.
Budi pun mendesak aparat kepolisian dari Polsek Panai hilir untuk mengusut tuntas kecelakaan tersebut agar orang yang bertanggung jawab peristiwa itu dapat diproses.
“Kejadian ini adalah kelalaian dan sikap semena-mena pihak TPK dana desa (yang telah) menumpuk bahan material bangunan,” tandasnya. (ms)

SHARE