Beranda Informasi Serta Merta Para Komplotan Perampok Sadis Ini DItangkap, Salah Satunya Perampokan Tauke Kopi Pagaralam

Para Komplotan Perampok Sadis Ini DItangkap, Salah Satunya Perampokan Tauke Kopi Pagaralam

0
Para Komplotan Perampok Sadis Ini DItangkap, Salah Satunya Perampokan Tauke Kopi Pagaralam

Polda Sumsel – Tiga kawanan perampok sadis yang tak segan-segan melakukan pembunuhan, diciduk petugas gabungan Tim Rimau Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan Satreskrim Polres Pagaralam. Ketiga pelaku ini dikenal dengan nama komplotan Belawong.

 

Salah satu aksi sadis ketiga pelaku ini yakni melakukan perampokan disertai pembunuhan terhadap korban inisial DK, tauke kopi di Pagaralam beberapa waktu lalu.

 

Ketiga pelaku yang dibekuk yakni ER, warga Jalan Tebat Serai Kota Manak Kabupaten Bengkulu Selatan, MK Alias BE, warga Dusun IV Tri Tungga, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Kabupaten Banyuasin, dan GKS, warga Desa Lubuk Seberuk.

 

Lantaran berusaha melawan dan kabur dari sergapan petugas dikediaman masing-masing pada Senin (6-11-2017), ketiga pelaku yang terkenal sebagai penjahat antar provinsi ini pun terpaksa dilumpuhkan petugas. Ya waktu itu (merampok korban) saya yang tembak korban, tapi saya tidak tahu kalau korbannya meninggal.

 

Saya tembak dua kali, ujar MK, yang mengakui bahwa dirinya menjadi otak perampokan tauke kopi di Pagaralam dalam gelar erkara di Mapolda Sumsel, pada Kamis (9-11-2017). Begitu juga diakui pelaku ER dan GU. Keduanya memang bagian dari komplotan Belawong yang ikut merampok sebanyak empat kali dengan hasil rampokan puluhan juta.

 

Dalam aksi perampokan, kedunya memiliki peran masing-masing. Saya berjaga di luar rumah dengan memegang golok, yang membawa senpi itu Belawong dan dia yang menembak korban waktu merampok tauke kopi di Pagaralam saat itu uang korban empat ratus juta kami ambil saya dapat bagian tiga puluh juta, uang sudah habis saya belikan bibit singkong, ujar tersangka ER.

 

Polisi juga menyita barang bukti berupa empat pucuk senjata api rakitan, uang puluhan juta sisa hasil merampok, puluhan gram emas, satu unit mobil kijang Xenia, tiga unit sepeda motor, buku tabungan serta beberapa lembar STNK. Berdasarkan catatan dari pihak kepolisian setidaknya ada 21 TKP yang dilancarkan komplotan ini yang meliputi empat provinsi di wilayah Pulau Sumatera. 12 TKP berada di wilayah hukum Polda Sumsel yang salah satunya perampokan sadis tauke kopi di kota Pagaralam yang menyebabkan korbannya Darul Kutni meninggal dunia dengan kerugian Rp. 500 juta.

 

Kemudian dua TKP di Provinsi Jambi, enam TKP di Provinsi Lampung dan satu TKP di Provinsi Bengkulu. Modus yang digunakan komplotan ini sama yakni dengan mendobrak pintu rumah korbannya dengan menggunakan kayu balok, setelah rumah didobrak para pelaku langsung mengancam korban dengan menggunakan senpi dan sajam. Komplotan ini tidak segan melukai korbannya bahkan membunuh jika korban melawan.

 

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi oleh Kapolres Paragalam, AKBP Dwi Hartono dan Kasat Reskrim AKP Deli Haris mengatakan, komplotan Belawong ini terbilang sadis yang dalam aksinya menggunakan senpira dan sajam. Komplotan ini memang tidak segan-segan melakukan pembunuhan terhadap korban.

 

Dari catatan kita setidaknya ada 21 TKP di empat provinsi yang telah dirampok oleh komplotan ini, saat ini masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap dan masih dalam pengejaran, ujar jenderal bintang dua ini.

 

Dikatakannya, untuk barang bukti yang diamankan dari tangan komplotan ini uangnya yang tidak begitu besar karena sudah diergunakan pelaku yang dibelikan tanah dan kendaraan. Selain itu juga petugas menangkap beberapa orang penadah emas yang dijual oleh komplotan Belawong.

 

Tentunya kami dari pihak kepolisian berharap nantinya kepada hakim maupun jaksa untuk menghukum pelaku dengan hukuman yang seberat beratnya karena komplotan ini sudah menghabisi dua nyawa korban, tegasnya.

BAGIKAN