Beranda Informasi Berkala Pidkor Polres Ogan Ilir Menetapkan Pegawai dan Honorer KUA Rantau Alai Menjadi...

Pidkor Polres Ogan Ilir Menetapkan Pegawai dan Honorer KUA Rantau Alai Menjadi Tersangka OTT

0
Pidkor Polres Ogan Ilir Menetapkan Pegawai dan Honorer KUA Rantau Alai Menjadi Tersangka OTT

Polda Sumsel – Setelah sempat satu hari tidak memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pihak Pidkor, akhirnya Kapolres Ogan Ilir, Sumatera Selatan, AKBP Arif Rifai melalui Kasat Reskrim, AKP Agus S didampingi Kanit Pidkor, Ipda Sondi Fraguna memberikan keterangan persnya.

 

Menurutnya, OTT yang dilakukan pihaknya, pada Rabu (7-11-2017) yang lalu di kantor KUA Kecamatan Rantau Alai, menetapkan dua tersangka yakni inisial F yang berstatus sebagai salah satu Abdi Negara, dan inisial H yang berstatus Honorer tenaga Penyuluh dilingkungan KUA Kecamatan Rantau Alai Kabupaten OI.

 

Setelah melalui proses akhirnya, kita tetapkan dua tersangka, yakni inisial F sebagai pegawai, dan inisial H sebagai tenaga Honorer dilingkungan KUA Rantau Alai, ujar Kasat di ruang kerja Kanit Pidkor, pada Jumat (10-11-2017) sore sekira pukul 16.00 wib. Dibeberkannya, bahwa modus kedua tersangka ini dengan meminta uang sebesar Rp. 250 ribu.

 

Pertriwulan terhadap delapan tenaga penyuluh dilingkungan KUA Rantau Alai, dengan iming-iming akan memberikan penilaian yang baik. Kedua tersangka sudah tiga kali melakukan aksinya ini, termasuk yang kita OTT ini, tukasnya saraya mengaku sudah cukup dulu keterangannya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa Barang Bukti yang diamankan petugas dalam aksi OTT tersebut berupa uang sebesar Rp. 700 ribu (dari M Rp. 300 ribu dan dari S Rp. 400 ribu).

 

Karena F dan S ada hutang pada setoran triwulan 2, maka ado tambahan 50 ribu dari F, jadi 300 itu. Maka ada tambahan 150 dari S jadi 400 ribu itu. Waktu di OTT, barang bukti didapat dari tangan F di Kantor KUA Rantau Alai, timpal Kanit Pidkor. Lebih jauh katanya dari uang yang berasal dari gaji penyuluh Non PNS tersebut bersumber dari APBN.

 

APBN ini dibawah Kemenag bukan Pemkab OI, dimana SK pengangkatan Penyuluh Non PNS tersebut dari Kepala Kemenag OI, tukasnya. Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten OI Kholil membenarkan adanya OTT yang melibatkan dua orang pegawai di kantor KUA Kecamatan Rantau Alay.

 

Menurut Kholil, pihaknya memperoleh informasi itu dari awak media, dan dikuatkan adanya pihak Pidkor Polres OI menghubunginya. Akan tetapi, terkait permasalahan ini, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Sejauh ini baru tahapan riksa.

 

Tapi, yang jelas, kita sangat prihatin jika kejadian ini memang benar adanya. Padahal selalu kita ingat dan tekankan, agar jangan sekali-kali melakukan pungli atau minta-minta.

 

Bekerjalah dengan ikhlas dan kita juga sudah digaji pemerintah, tuturnya. Dengan adanya kejadian ini lanjutnya, insyaallah ada hikmanya.

 

Pegawai maupun TKS dibawah naungan Kemenag bisa mengambil pelajaran atas kejadian ini, ujar Kakankemenag OI Kholil.

BAGIKAN