Beranda Informasi Berkala Ridho Siswa SMA N 2 Muara Enim, Dikeroyok Siswa Sekolah Lain, Hingga...

Ridho Siswa SMA N 2 Muara Enim, Dikeroyok Siswa Sekolah Lain, Hingga Alami Patah Hidung

0
Salah paham,salah seorang siswa SMAN 2 Muaraenim Rido (17) dikeroyok oleh belasan siswa SMK di Muaraenim. Akibat korban mengalami luka-luka memar di sekujur tubuh dan hidung patah sehingga harus dirawat di RSUD dr HM Rabain Muaraenim, Rabu (29/11/2017).
Menurut korban Rido di dampingi ayahnya Haswan Bainur, di ruang perawatan RSUD Muaraenim, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin (27/11) sekitar pukul 16.00 di GOR Pancasila Muaraenim. Awalnya, Rido di mintai tolong oleh teman wanitanya DB yang masih satu sekolahan melalui Wathshaap (WA) untuk memberikan penjelasan kepada pacarnya BL yang sekolah di salah satu SMK di Muaraenim, tentang kesalahpahaman antara DB dengan pacarnya BL yakni masalah DB yang mengundang korban (Rido) pada acara ulang tahun DB.
“BL itu mungkin cemburu, dan dak senang aku datang di acara ulang tahun ceweknyo DB. Padahal aku diundang nian, dan dak katek hubungan apo-apo samo ceweknya,” ujar Rido kesal.
Kemudian, kata Rido, BL seperti setengah memaksa dirinya untuk datang ke GOR Pancasila Muaraenim menemui pacarnya untuk menjelaskan permasalahan tersebut, bahwa dalam undangan tersebut korban diundang ramai-ramai bukan dengan undangan khusus. Karena merasa tidak bersalah korbanpun pergi menemuinya seorang diri dan pakaian seadanya. Ketika datang ke lokasi, ternyata korban sudah ditunggu BL bersama dua temannya, dan tanpa banyak tanya langsung menuduhnya yang bukan-bukan dan menantangnya berkelahi. Merasa dirinya tidak bersalah, korbanpun menyambut tantangan tersebut dengan syarat duel dan jangan keroyokan.
Sehingga perkelahianpun tidak terelakkan, namun ketika sedang berkelahi satu lawan satu, tiba-tiba kedua temannya membantu dan mengeroyok dirinya. Melihat musuh tidak seimbang korbanpun lari menyelamatkan diri ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi perkelahian.
Setelah lolos dari keroyokan, ia tidak terima atas perlakuan tersebut yang tidak tahu masalahnya apalagi dikeroyok dan meminta BL untuk secara gentlemen menyelesaikan permasalahan tersebut. Lalu korban minta kembali dengan DB mempertemukannya dengan BL di GOR Pancasila Muaraenim tetapi ketika bertemu kembali ternyata BL mengajak teman-temannya lebih banyak dengan empat motor berboceng tiga yang langsung menggeroyoknya. Dan kali ini, ia tidak bisa lagi menyelamatkan diri dan menjadi bulan-bulanan hingga nyaris tewas. Dan untung ketika perkelahian yang tidak seimbang terjadi, ada petugas GOR Pancasila dan masyarakat yang ikut melerai sehingga ia selamat.
“Saya benar-benar dijebak. Saya datang murni ingin menyelesaikan masalah, ternyata mereka datang lebih banyak dan mengeroyoknya dengan batu dan kayu,” ujar Rido.
Atas perbuatanya ini, kata Rido, ia telah mengadu ke Polres Muaraenim, dan meminta permasalahan tersebut untuk diproses secara hukum.
Sementara itu ayah korban Haswan Bainur mantan Kadishub Muaraenim, mengatakan bahwa pihak keluarga telah mengadu ke Polres Muaraenim dan mempercayakan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk memprosesnya seadil-adilnya. Karena faktanya anaknya telah dikeroyok dan menderita patah hidung dan luka memar disekujur tubuhnya.
Sampai dengan berita ini diterbitkan Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kabak Humas Polres Muaraenim AKP Arsyad membenarkan kejadian tersebut,namun saat ini belum dapat untuk memberikan keterangannya karena masi dalam penyidikan.
BAGIKAN