Beranda Informasi Setiap saat BNN Kota Lubuklinggau Menangkap 8 Orang Aparatur Sipil Negara Menggunakan Narkoba

BNN Kota Lubuklinggau Menangkap 8 Orang Aparatur Sipil Negara Menggunakan Narkoba

0
BNN Kota Lubuklinggau Menangkap 8 Orang Aparatur Sipil Negara Menggunakan Narkoba

Polda Sumsel – Sepanjang tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengamankan delapan orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) karena terlibat penyalagunaan narkoba.

 

Dari jumlah itu, sebanyak tiga orang terpaksa ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti berkaitan dengan bandar, sementara lima orang lainnya hanya diwajibkan mengikuti rehabilitasi saja.

 

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Eddy Nugroho, mengatakan delapan orang ASN yang diamankan itu selama penindakan dari periode bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2017. Total secara keseluruhannya ada 23 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba, dan tiga diantaranya ASN dan lima orang ASN lainnya di rehabilitasi, katanya, pada Jumat (22-12-2017).

 

Dari penindakan itu juga pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 46,59 gram sabu-sabu, 10 butir ekstasi serta 1,5 kg ganja kering siap edar. Sedangkan untuk penyalahguna narkoba yang dilakukan rehabilitasi sebanyak 109 orang, yakni lima orang oknum ASN, lima orang oknum anggota Polri, dua orang oknum kepala desa.

 

Lalu empat orang oknum mahasiswa, tiga orang oknum ibu rumah tangga dan 35 orang pengangguran, ucapnya. Sementara yang dilakukan rawat jalan ada 85 orang yakni di klinik Pratama Sebiduk Semare BNN Kota Lubuklinggau.

 

Sisanya bila sudah parah menjalani rehabilitasi rawat inap di Loka Kalianda Lampung, Balai Besar rehabilitasi Lido Bogor, Yayasan Mitra Mulya Palembang dan Yayasan Asyifa, Alif Ar Rahman, paparnya.

 

Selain penindakan, BNN juga intensif melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan cara melakukan sosialisasi pemahaman bahaya latin narkoba.

 

Sedangkan untuk tahun depan kita lebih fokus dilingkungan ASN. Sebab, masih banyak oknum ASN yang terjebak penyalahgunaan narkoba, ujarnya.