Beranda Informasi Berkala Dalam Pertemuan FGD, Kapolres Blora Ajak Wartawan Ciptakan Iklim Sejuk Jelang Pilkada...

Dalam Pertemuan FGD, Kapolres Blora Ajak Wartawan Ciptakan Iklim Sejuk Jelang Pilkada Jateng 2018

0

tribratanews.polri.go.id – Blora, Sedikitnya 85 perwira Polres Blora dan 22 wartawan dari berbagai media di Blora, Selasa (13/2) siang kemarin. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti focus group discussion (FGD) mermahami Undang-Undang 40/1999 tentang pers, dan Polri dalam menjaga demokrasi.

Banyak permasalahan menyangkut dunia jurnalistik diungkap dalam diskusi terarah (FGD) yang digelar di aula Aryyaguna Mapolres setempat, mulai dari wartawan bodrek, wartawan bodrexin hingga oknum mengaku wartawan yang suka mengancam.

“Di forum ini, kami ingin lebih dalam mengerti dan memahami UU 40/1999 tentang pers,” tandas Kapoles Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H saat membuka FGD.

FGD yang diikuti pejabat utama (PJU) Polres, para Kabag, para Kasat, Perwira staf, 16 Kapolsek, pejabat humas Forkompimda dan wartawan, menghadirkan nara sumber Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah, H Amir Machmud.

Kapolres Blora juga mengajak para wartawan untuk membantuk menangkal isu-isu negative atau Hoax yang sering muncul di berbagai media sosial utamanya. Terlebih mengingat sebntar lagi Pilkada jateng tahun 2018 digelar, Kapolres mengajak semua wartawan untuk membantu menciptakan iklim yang sejuk, supaya di Kabupaten Blora situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Saya minta kepada rekan-rekan media untuk bersama membantu Polri dalam memelihara situasi kamtibmas terlebih jelang Pilkada tahun ini, dengan pemberitaan yang positif dan akuntabel,” pinta AKBP Saptono.

Di forum kerja sama Polres-PWI Kabupaten Blora itu, sejumlah Kapolsek mengaku sering menerima keluhan dari kades dan kasek yang didatangangi oknum wartawan yang menakut-nakuti dan mengancam.

“Banyak wartawan dari Jatim masuk wilayah kami, mereka datangi kades dan kasek, seringnya menakut-nakuti, dan mengacam,” ungkap Kapolsek Bogorejo, AKP Djamrosie Ghozali.

Sementara itu Kabag Perencanaan Kompol Eko Budi, membeber soal pemberitaan wartawan yang tidak berimbang, tanpa konfirmasi dengan para pihak, sehingga sering merugikan pihak tertentu. “Saya pernah mengalami hal itu, pemberitaan tidak berimbang, dan sangat dirugikan,” ungkapnya.

Terhadap praktik jurnalistik miring itu, Amir Machmud menjelaskan bahwa kejadian yang sama juga banyak muncul di daerah lain, sehingga perlunya para pihak lebih tegas, dan cerdas menyikapinya.

Salah satunya, dengan menanyakan ID card lulus uji kompetensi wartawan (UKW) dari Dewan Pers, karena wartawan yang sudah bersertifikasi (lulus UKW), dijamin akan berkerja secara profesional. Sedangkan berita yang baik, adalah yang berimbang, tidak pukul (tulis) dulu, konfirmasi kemudian.

Mantan Pemimpin Redaksi Suara Merdeka menambahkan, kemintraan Polri-PWI selama ini terjaga baik, sehingga dibutuhkan sinergitas dalam menghadapi praktik jurnalistik negatif itu.

Amir membeber, ada istilah wartawan bodrex atau wartawan tanpa surat khabar/media yang dulu banyak dikeluhkan masyarakat, kini muncuk praktik wartawan bodrexin (wartawan baru yang datang hanya mencari amplop).

“Banyak terjadi dalam satu even datang lebih dari 40 wartawan, tapi yang memberitakan hanya segelintir wartawan, ini yangdisebut wartawan bodrexin dan  merusak citra wartawan,” papar Amir.

Menurutnya, hanya Dewan Pers yang berwenang mendata (menverifikasi) perusahaan pers dan organisasi wartawan di Indonesia, menilai apakah organisasi itu memenuhi syarat atau tidak.

“Di Indonesia  ada puluhan organisasi wartawan, tapi hanya tiga yang resmi diakui Dewan Pers, PWI, IJTI, dan AJI,” jelasnya.

Selain itu, Amir Machmud membeber bahwa perusahan pers (media massa) di Indonesai ada syarat khusus, tidak hanya izin dari Kemenkumham, pemimpin redaksinya harus sudah lulus uji kompetensi wartawan (UKW) level Utama.

“Dewan Pers dibentuk berdasar UU 40/1999, dan semua media di negeri ini harus mengkuti aturan main dan produk regulasi/aturan yang dibuat,” tandas H. Amir Machmud NS, S.H, M.H.

BAGIKAN