Beranda Informasi Setiap saat POLRES LUBUKLINGGAU UNGKAP KASUS PERDAGANGAN SATWA DILINDUNGI

POLRES LUBUKLINGGAU UNGKAP KASUS PERDAGANGAN SATWA DILINDUNGI

0
Kasubbag Humas Polres Lubuklinggau  Iptu Hendrawan, SH meuturkan bahwa telah dilakukan Pengungkapan kasus perdagangan satwa dilindungi yang melanggar pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 oleh Reskrim Polres Lubuklinggau, Minggu (11/2/2018) saat mendapati Bus yang melintas dengan mengangkut Burung Beo Nias yang langka dan dilindungi.
.
Pukul 17. 00 WIB di Jl. Lintas Sumatra Kecamatan Lubuklinggau Utara dilakukan razia dan penggeledahan Bus ALS dari Medan dengan tujuan Jakarta Nopol BK 7819 DH dimana didapati di dalam bagasi sebelah kiri 6 (enam) buah keranjang pelastik berisikan 12 (dua belas) ekor burung beo Nias, jelas Iptu Hendrawan.
.
Hasil interogasi, sopir Bus inisial AS diketahui bahwa Pemilik burung-burung tersebut AMIN (45) Jl. Bintang Kecamatan Medan Johor Kota Medan Provinsi Sumatera Utara menitipkan burung tersebut untuk dibawa ke Kalianda Lampung Selatan dengan biaya pengiriman sebesar Rp 1.200.000,- (satu Juta dua ratus ribu rupiah).
.
Atas kasus tersebut disita barang bukti 12 (dua belas) ekor burung Beo serta melaakukan BAP Saksi-saksi Sopir dan kernet 4 (empat) orang, BAP Saksi Ahli dari Kantor BKSDA Sumsel dan Menitipkan burung Beo kepada pihak BKSDA Sumsel.
.
Kini Burung Beo nias tersebut telah dititipkan kepada Kasi BKSDA wilayah II Lahat yang selanjutnya dirawat di tempat Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas yang diterima oleh Kordinator PPS Selangit (Animal Indonesia), pungkas Kasubbag Humas.