Beranda POLDA JAWA TIMUR POLRES MALANG KOTA Diskusi publik Ramadhan tanpa caci, fitnah, hoax dan teror, menuju Kota Malang...

Diskusi publik Ramadhan tanpa caci, fitnah, hoax dan teror, menuju Kota Malang yang Damai dan Humanis

0

Humasmakota – Kota Malang yang masyarakatnya merupakan warga yang berpendidikan serta menjunjung tinggi toleransi, baik toleransi dari segi agama maupun sosial bermasyarakat.

Akhir akhir ini yang sempat trendy terkait masalah Bom yang melanda di negara kita mulai agak meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat Malang raya. 16/5/2018

Untuk menanggulangi hal itu semua, di rumah makan Kertanegara no 1 kecamatan Klojen Kota malang mengelar acara yang bertajuk ” Ramadhan tanpa caci, fitnah, Hoax dan teror,”.

Sebagai pemateri, Ketua DPRD Kota Malang Chairul Anwar, Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Gusdurian LESBUMI Ajie Prasetyo.

Dalam pandangannya:

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, mengatakan “Dalam menanggulangi Masalah ini, Polres Malang Kota melakukan operasi setiap saat, agar nantinya masyarakat bisa tenang dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,”.

Lebih lanjut terkait isu isu yang beredar di media sosial polres Malang Kota sudah ada cyber Troops yang berjumlah 20 anggota, yang siap untuk mengcover opini opini liar yang saat ini marak di Media Sosial, Hal ini kami lakukan biar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih luas.

Mari kita semangat untuk menciptakan kota malang yang aman, kondusif serta dukungan masyarakat, Tanpa dukungan masyarakat kita tidak bisa bekerja secara maksimal.

“Mari kita bersatu biar teror teror yang ada selama ini tidak masuk ke Kota Malang,” Ujarnya.

Sementara menurut Choirul Anwar, ketua DPRD Kota Malang mengatakan “melihat kondisi seperti kita harus melibatkan dari semua instansi mengambil langkah untuk menanggulangi hal hal yang tidak kita inginkankan”.

“Kita tidak cukup kejadian ini kita pasrahkan kepada pihak kepolisian, namun ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Sementara Adi, mengatakan, kita sebenarnya bukan malah fokus masalah teroris, kita seharusnya lebih fokus terkait embrio embrio teroris yang yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Kalau ini kita biarkan, maka ini merupakan malapetaka bagi masyarakat malang dan Indonesia kedepan.

“Kita harus bisa mengetahui dan mengantisipasi sedini mungkin timbulnya embrio embrio teroris yang muncul di masyarakat,” pungkas pria berkacamata ini.

Humas Makota