Beranda SATKER DIVHUMAS POLRI Grebek Pabrik Sabu Di Cipondoh Tangerang

Grebek Pabrik Sabu Di Cipondoh Tangerang

0

Polres Jakarta Barat menggerebek pabrik sabu rumahan di Kota Tangerang. Kualitas sabu dari pabrik rumahan itu setara dengan impor.

“Ini bagus, kalau selama ini yang beredar di pasaran cuma mengandung 40 sampai 50 persen (metamfetamin). Ini 60 sampai 70 persen. Ini juga warnanya bagus,” kata
Kabid Narkobafor, Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Pol Sodiq Pratomo, di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Rabu (8/8/2018).

Pabrik sabu itu tepatnya berada di rumah kontrakan di Perumahan Metland Jl. Kateliya Elok II, No 12B , Cipondoh, Kota Tengarang. Pemilik pabrik sabu itu, AN, sudah ditangkap polisi.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menyamakan kualitas sabu AN dengan 30 Kg sabu dari jaringan Malaysia–Indonesia yang kemarin diungkap anak buahnya.

“Meski produksi rumahan, namun sabu yang dihasilkan sama dengan kualitas impor,” kata Hengki.

Namun, bahan baku yang digunakan pelaku didapat dari obat warung yang mengandung zat efedrin. Setelah berulang kali mengekstrak dan tindakan kimiawi, akan dihasilkan metamfetamin sebagai bahan baku sabu.

“Dulu, dia dipenjara gara–gara membuat sabu dengan barang yang didapat dari pasar gelap. Setelah keluar penjara, dia berpikir bagaimana dapat efedrin dari obat–obatan,” ujar Hengki.

Hengki menjelaskan AN memainkan menjalankan sendiri pabrik itu. Dia sebagai pembuat, tester, hingga pengedar.

“Dia menjadi koki, pengedar, termasuk sebagai tester. Rencananya, dia ingin membuat laboratorium rumahnya ini semakin besar,” ucap Hengki.

Kepada polisi, AN mengaku menjalankan pabrik sabu itu berbekal pelajaran di internet. Dia pun memulai produksi sejak Mei 2017, setelah keluar Lapas Salemba pada 2015.

“Dalam satu bulan, dia memproduksi sabu sebanyak 1, 5 kg sampai 2 kg. Sabu disebarkan di wilayah Jakarta dan Tangerang,” ucap Hengki.

AN ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada 5 Agustus 2018 saat membuat sabu. Dalam rumah tersebut polisi menemukan laboratorium pembuatan sabu.

Polisi temukan beberapa bahan baku pembuatan sabu seperti 3.200 butir obat tablet, efedrin 1 kg, soda api 5 kg, yodium 1 kg, fosfor 1,3 kg, HCL 50 liter, toluen 40 liter, acetanol 10 liter, dan alkohol 5 liter. Dalam rumah pun terdapat alat–alat untuk melakukan reaksi kimia seperti botol labu.

“Selain itu ada sabu setengah jadi seberat 1,5 kilogram. Sabu siap edar 0,5 kilogram,” kata Hengki.