Beranda SATKER DIVHUMAS POLRI Mutasi Jabatan Pati Polri Tak Terkait “Pengamanan” Pemilu 2019

Mutasi Jabatan Pati Polri Tak Terkait “Pengamanan” Pemilu 2019

0

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai mutasi jabatan sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri tidak terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Pasalnya, rotasi posisi internal Polri adalah hal biasa yang terjadi.

“Itu pergantian biasa. Ada beberapa yang sudah persiapan pensiun, jadi harus diganti,” kata Komisioner Kompolnas RI, Poengky Indarti saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan mutasi terhadap sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri yang menduduki posisi Kapolda dan Wakapolda di Indonesia. Rotasi tersebut diatur dalam dua Surat Telegram (ST) yang dikeluarkan oleh Kapolri.

Surat telegram itu tertuang dalam, ST/2015/VIII/Kep/2018 dan ST/2014/VII/Kep/2018 dikeluarkan di Jakarta tanggal 13 Agustus 2018 yang ditandatangi oleh Karobinkar Brigjen Eko Indra Heri.

Menurut Poengky, mutasi jabatan itu, juga merupakan penyegaran posisi terhadap sejumlah Pati Polri. Mengingat, kata dia, ada beberapa pejabat yang sudah terlalu lama mengisi satu jabatan tertentu.

“Ada juga yang masa tugasnya dianggap sudah cukup lama di suatu posisi dan harus dirotasi ke posisi lain untuk penyegaran, Tour of Area dan Tour of Duty,” papar Poengky.

Salah satunya, sambung Poengky adalah Kakorlantas Irjen Royke Lumowa yang sudah menjabat sejak November 2016 silam. Dengan dirotasi sebagai Kapolda, Poengky menilai hal ini keputusan yang tepat karena Royke memiliki pengalaman sebagai Kapolda.

“Beliau dulunya pernah jadi Kapolda Papua Barat dan Kapolrestabes Manado dianggap cocok memimpin Polda Maluku,” ucap Poengky.

Selain itu, Poengky menilai, rotasi jabatan itu juga terkait dengan adanya beberapa Pati Polri yang akan memasuki masa pensiun nantinya. “Misalnya Kapolda Jawa Timur pada bulan September akan memasuki masa pensiun,” imbuh dia.

Dengan adanya mutasi itu, Poenky berharap, internal Polri semakin maju dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Mengingat, kata dia, sejumlah nama dipercayakan mengisi poisisi baru lantaran torehan prestasi yang diukir.

“Kami berharap mutasi di tubuh Polri menjunjung tinggi merit system, sehingga jabatan diisi oleh orang yang smart, ahli di bidangnya, dan berpengalaman, agar Polri makin bersinar. Bukan orang yanh asal Bapak senang,” papar Poengky.