Beranda SATKER DIVHUMAS POLRI Polri Ungkap Peran SA, Tersangka Teroris yang ditangkap di Magetan

Polri Ungkap Peran SA, Tersangka Teroris yang ditangkap di Magetan

0

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap peran SA, tersangka teroris yang ditangkap di Magetan pada Rabu (3/7/2019). Diduga, yang bersangkutan memiliki peranan penting dalam kelompok Jamaah Islamiah (JI).

“Dia (SA) merupakan bendahara di JI yang melakukan kontrol untuk perkebunan kelapa sawit,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo,M.Hum., M.Si., M.M. di kantornya, Kamis (11/7/2019).

Dari hasil penyelidikan, perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara dan Kalimantan yang dimiliki JI, merupakan sumber penghasilan kelompok teroris tersebut. SA lah yang mengatur dan mengawasi pengelolaannya.

“Dia (SA) ini mengelola hingga basic ekonominya dan termasuk ke dalam struktur central JI model baru pimpinan PW,” jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo,M.Hum., M.Si., M.M. .

Sejak dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2007 lalu, nyatanya organisasi Jamaah Islamiyyah masih aktif di bawah pimpinan yang baru.
Amir kelompok tersebut yakni Para Wijayanto (PW) alias Abang alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arif alias Ahmad Fauzi Utomo, yang merupakan anggota lama dari Jl.

PW bersama istri ditangkap di Hotel Adaya, Jalan Kranggan, Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2019). Sementara tiga orang kepercayaan PW ditangkap di lokasi berbeda. Bambang Suyoso Edi Salam alias Sadam alias Edi (49) ditangkap di SPBU Bambu Kuning, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari yang sama.

Kemudian Abdurrahman (23) ditangkap di Perumahan Griya Syariah II, Kebalen, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, dan Budi Trikaryanto alias Haidar alias Denis alias Gani (42) ditangkap di Jalan Raya Pohijo, Sampung Ponorogo, Jawa Timur, pada keesokan harinya.

Kelompok tersebut membangun kekuatan secara diam-diam untuk membuat negara khilafah. Pejabat di kelompok JI digaji Rp10-Rp15 juta per bulan yang uangnya berasal dari perkebunam kelapa sawit.