Polda Kalbar, SATWIL

Polda Kalbar Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Penanggulangan / Pencegahan Redikalisme Dan Intoleransi

PONTIANAK, KALBAR – Polda Kalbar menyelenggarakan vicon dengan polres jajaran tentang pembinaan rohani dan mental bagi para personil Polda kalbar dan jajarannya. Kegiatan yang bertema “PEMBINAAN PENAGGULANGAN / PENCEGAHAN REDIKALISME DAN INTOLERANSI,” bertempat di ruang Graha Khatulistiwa, Rabu (15/9).

Dalam upaya mencegah timbulnya radikalisme dan intoleransi dalam lingkungan internal, Polda Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan pembinaan rohani dan mental atau Binrohtal bagi personel jajarannya yang dilaksanakan secara virtual.

Acara yang dimotori oleh Biro SDM Polda Kalbar ini mengundang Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalbar, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta Direktur Intelkam Polda Kalbar yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Keamanan Negara sebagai narasumber.

Ketua FKPT Provinsi Kalbar Dr. Wajidi Sayadi menyebutkan bahwa paham dan tindakan radiaklisme dapat muncul sewaktu-waktu, sehingga diperlukan ikhtiar kewaspadaan yang harus dikedepankan.

Hal tersebut juga berhubungan dengan hal yang disampaikan oleh Ketua FKUB Provinsi Kalbar Dr. Ismail Ruslan yaitu internet memiliki porsi yang cukup besar sebagai sumber informasi keagamaan, sehingga diperlukan pengetahuan etika untuk menyikapi konten yang berkaitan dengan keagamaan.

Untuk lebih memahami pengertian tentang radikalisme, Kasubdit Kamneg Kompol Amad Kamiludin dalam acara tersebut menyampaikan bahwa “Radikalisme memiliki arti positif dan negatif. Dalam arti positif, radikalisme yaitu mewujudkan suatu perubahan yang dilakukan secara mendasar hingga ke akar-akarnya. Sedangkan dalam arti negatif, radikalisme berarti perwujudan perubahan yang dilakukan dengan cara kekerasan”.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh Polres Jajaran tersebut, dibuka oleh Kabagwatpers Biro SDM Polda Kalbar AKBP Imam Riyadi yang mewakili Karo SDM.

Imam berharap dengan adanya kegiatan tersebut, Internal Polda Kalbar dapat terbebas dari potensi radikalisme dan intoleransi.

Related Posts