Beranda 100 Hari Kerja, Kapolda Targetkan Medan Bebas Kesemrawutan, Termasuk soal Macet dan...

100 Hari Kerja, Kapolda Targetkan Medan Bebas Kesemrawutan, Termasuk soal Macet dan Papan Reklame

0
100 Hari Kerja, Kapolda Targetkan Medan Bebas Kesemrawutan, Termasuk soal Macet dan Papan Reklame

Version
Download 0
Total Views 7
Stock
File Size 1.12 MB
File Type unknown
Create Date 4 September 2018
Last Updated 20 September 2018
Download

Humas.polri.go.id (Sumut) - Brigjen Agus Andrianto membuat program 100 hari kerja sebagai Kapolda Sumut agar Kota Medan terbebas dari kesemrawutan, seperti kemacetan lalu lintas dan baliho.

"Penertiban lalu lintas menjadi prioritas Kapolda termasuk kesemrawutan papan reklame. Hal ini dilakukan sebagai satu cara mempercantik Kota Medan dalam 100 hari kepemimpinannya," kata Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (4/9/2018).

Nainggolan mengatakan satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan melakukan penertiban terhadap Terminal Terpadu Amplas, Pasar Simpang Limun, dan juga pasar Sukaramai.

Hal ini dilakukan kepolisian bersama dengan Satpol PP, Dishub, beserta dengan perangkat Kecamatan.

"Sebenarnya ini memang kewenangan dari Satpol PP. Namun kita (Polda Sumut) yang mendorongnya," kata pria dengan melati dua dipundaknya ini.

Hal yang sama, kata Nainggolan juga akan dilakukan terhadap pusat keramaian dan kemacetan lainnya seperti Terminal Pinang Baris.

Untuk itu ia mengharapkan dukungan agar program Kapolda Sumut ini dapat berjalan dengan baik.

"Semua akan diterbitkan, nggak ada tebang pilih. Beliau mau Medan ini bisa menjadi tertib," katanya.

Dikatakan MP Nainggolan, papan reklame harus resmi dengan mengantongi izin. Bahkan, lanjutnya, Baliho yang memampang gambar Kapolda Sumut jika tidak memiliki izin juga akan dicopot.

"Hal ini dilakukan oleh Polres sejajaran. Nanti kalau personel kurang, akan kita back-up dari Polda," ujarnya.

Terpisah, Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan program 100 hari dirinya menjabat sebagai Kapolda Sumut setiap orang yang mengawasi struktur di organisasi Polda sampai ketingkat Polsek harus saling bekerja sama dengan orientasi tujuan organisasi Polri.

"Ini dulu yang harus kita tegakkan. Kalau semuanya sudah bersinergi, yang lain pasti bisa diatensi dan dilaksanakan,"ujarnya.

Pada intinya, kata Agus, hubungan tata cara kerja yang dibangun harus saling mengisi, saling sinergi sehingga pengelolaan Kamtibmas bisa dilaksanakan dengan baik.

"Perencanaan giat rutin khususnya mengacu kepada kalender Kamtibmas statis maupun dinamis. Selalu melakukan Anev sikon dan konfigurasi guna Kamtibmas sehingga tau potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata,"kata pria dengan bintang satu dipundaknya ini.

Ia mengaku tidak ada kasus yang baru yang harus diatensi. Kasus yang lama yang harus segera diselesaikan yaitu konflik sosial, narkotika dan 3C (Curat, Curas dan Curanmor).

"Kajian intelejen seperti Kirka, Kirpat dan Kirsus akan mempertajam perumusan kegiatan dalam pengungkapan kasus,"ujarnya.

Agus Andrianto menyatakan sebagai seorang polisi harus melakukan survey ke masyarakat mengenai hal yang disukai dan dibenci.

"Intinya, lakukan yang disukai masyarakat dan tidak melakukan yang dibenci. Ini yang harus komit, karena kita sebagai pelayan dan pengayom masyarakat,"ujarnya. [Ar]