Beranda Diduga Hirup Gas Beracun, Penggali Sumur Tewas

Diduga Hirup Gas Beracun, Penggali Sumur Tewas

0

Version
Download1
Stock
File Size131.18 KB
Create Date10 August 2017
Download

Seorang penggali sumur bernama Karmudin alias Dawat bin Zubir (50) warga Dusun II, Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat tewas di dalam sumur sedalam enam meter yang diduga akibat menghirup gas beracun.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, tewasnya Dawat bermula saat dia dan rekannya Samsuhar (62) menggali sumur milik Adri Eka Satria alias Ayik Bin S. Alfian (26) yang berlokasi di Jalan Enim RT 01 RW 01 , Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, Rabu (09/08/2017) sekitar pukul 10:00 WIB.

Dia dan rekannya di hari kedua menggali sumur mulai bekerja sejak pukul 08:00 WIB. Sumur tersebut akan digali dengan kedalaman sekitar 6 meter

Korban yang bertugas sebagai penggali turun ke bawah, sementara Samsuhar berjaga di atas. Sekitar pukul 09:30 WIB, korban naik ke atas untuk beristirahat dan minum obat sakit kepala 1 butir.

Setelah beristirahat selama satu jam, korban kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya, Namun, pada saat akan turun ke dalam sumur, korban berteriak kepada Samsuhar minta ditarik ke atas karena sesak.

Mendengar teriakan korban, Samsuhar pun bergegas menarik tali yang di gunakan korban untuk turun ke sumur, Belum sampai ke permukaan, korban kembali berteriak mengatakan tidak kuat lagi dan langsung jatuh ke dasar sumur.

Mengetahui rekannya terjatuh, Samsuhar berteriak minta tolong dengan warga sekitar untuk membantu mengeluarkan korban, Setelah dicek oleh warga korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dasar sumur, Warga mencoba melakukan evakuasi secara manual tetapi tidak bisa,

Warga kemudian meminta bantuan Tim BPBD Muara Enim dan tim rescue PTBA datang ke TKP, untuk mengevakuasi jasad korban.

Sementara itu Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui kasubag Humas AKP Arsyad Agus AR membenarkan kejadiaan tersebut.

“Korban telah di evakuasi dan dibawa ke RSUD HM Rabain untuk  mengetahui penyebab pasti meninggalnya,” tutup Arsyad.

 

BAGIKAN