Beranda Ditpolair Persempit Ruang Gerak Imigran Gelap

Ditpolair Persempit Ruang Gerak Imigran Gelap

0
Ditpolair Persempit Ruang Gerak Imigran Gelap

Version
Download 3
Total Views 11
Stock
File Size 1.41 MB
File Type unknown
Create Date 8 February 2019
Last Updated 8 February 2019
Download

Pasca terbongkarnya kasus ratusan imigran gelap, Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Sumut terus meningkatkan pengawasan dan intelejen di perairan laut. Tujuannya mempersempit masuk dan keluarnya warga asing secara ilegal.
Demikian dikatakan Kasubdit Gakkum Polair Polda Sumut, AKBP Nagari Siahaan, Kamis (7/2). Selama ini, Polair terus menerapkan penegakan hukum di laut dengan melakukan pemantapan pengawasan dan intelejen secara manual dan teknologi.
Itu semua dilakukan sebagai prioritas dalam penindakan terhadap warga asing yang keluar dan masuk secara ilegal.
Selain itu, terus melakukan patroli rutin di perairan yang menjadi ruang gerak keluar dan masuknya imigran gelap.
“Kita terus lakukan pengawasan dan patroli. Intinya, peningkatan intelijen menjadi prioritas. Kita juga sudah petakan, dimana kawasan perairan rawan, itu terus kita awasi terhadap kapal-kapal yang mencurigakan,” terang Nagari.
Dalam melakukan pengawasan tersebut, ungkap Nagari, pihaknya juga melakukan kordinasi atau bersinergi dengan penegak hukum lain.
“Untuk memantau keluar dan masuknya kapal dari luar negeri, kita juga lakukan kordinasi,” beber Nagari.
Terpisah, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan, Victor Manurung mengatakan, seluruh imigran gelap asal Bangladesh yang berada di Belawan masih dilakukan penyelidikan dan pendataan oleh Imigrasi Medan. Sebab, seluruh imigran tidak memiliki kartu identitas.
“Yang menyidik kasus ini Imigrasi Medan, kita menunggu dari Medan. Yang jelas, langkah yang akan dilakukan akan segera dilakukan deportasi,” terang Victor.
Dijelaskan Victor, dengan kehadiran 193 imigran gelap itu, kapasitas di Rudenim Belawan mengalami peningkatan kapasitas. Tapi masih dapat diatasi.
“Sudah kita amankan, begitu juga dengan dokumennya,” tegasnya.
Ferry menampik jika pihaknya kebobolan. Ia malah berdalih pihaknya dan kepolisian bekerjasama melakukan pengungkapan.
Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat Sumatera Utara, untuk memberikan informasi terkait keberadaan warga asing yang dicurigai berada pada tempat-tempat penampungan.
“Sebab dari laporan masyarakat lah kasus-kasus seperti ini bisa terungkap,” pungkasnya (MS)