“JAGA SITUASI KONDUSIF, DITPOLAIR KORPOLAIRUD KERAHKAN 4 UNIT KAPAL POLISI KE PAPUA DAN PAPUA BARAT”


Version
Download 0
Total Views 87
Stock
File Size 20.00 KB
File Type unknown
Create Date 6 September 2019
Last Updated 6 September 2019
Download

Kasubdit Binmasair Korpolairud Baharkam Polri selaku Plh. Direktur Polair Korpolairud, Kombes Pol. Oka Eswara Dwiasoka Candrana, MPB melepas keberangkatan dalam rangka bertugas 5 unit Kapal Polisi yaitu KP. Anggada-7016, KP. Bima-7014, KP. Prahasta-7015, KP. Wibisana-7013 dan KP. Pelatuk-3013 di dermaga Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Jakarta, Kamis (5/9)

Dua unit Kapal Polisi KP. Anggada-7016 yang dikomandani oleh Kompol Zuhdi Gozali, SST dan KP. Bima-7014 dengan Komandan Kapal Kompol Hari Suryadi S.E, S.Ik masing - masing berkekuatan 40 Personel sebagai crew kapal akan bertugas ke Papua dan Papua Barat dalam rangka Operasi Kontijensi Aman Nusa I tahun 2019, mengantisipasi dan mencegah konflik sosial di wilayah Perairan Polda Papua dan Papua Barat. Sedangkan 3 unit kapal lainnya akan bertugas BKO rutin di wilayah Perairan Polda NTT dan NTB, Polda Sulut serta Polda Metro Jaya.

"Atas nama Pimpinan Ditpolair Korpolairud, saya mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel yang akan melaksanakan tugas baik dalam rangka Operasi Kepolisian tingkat pusat atau BKO Polda kewilayahan. Khususnya kepada 2 kapal yang akan melaksanakan tugas Operasi Kontijensi Aman Nusa I tahun 2019 di Papua dan Papua Barat", Kombes Oka Eswara dalam sambutannya.

Apel keberangkatan kapal di lingkungan Ditpolair Korpolairud merupakan hal yang rutin dan biasa dilakukan saat kapal akan berangkat bertugas maupun saat kedatangan kapal, kembali ke pangkalan Mako selesai melakukan penugasan.

"Tugas Polisi Perairan itu sangat spesifik jika dibandingkan dengan tugas Polisi pada umumnya, saat ini perairan menjadi sangat penting karena menjadi bagian dari visi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia", lanjutnya.

Masih terdapat Indikasi adanya ancaman dan potensi gangguan Kamtibmas yang menonjol yang menjadi perhatian publik seperti kasus penangkapan ikan secara ilegal termasuk sumber daya laut, penyelundupan, Narkoba, Migas dan berbagai pelanggaran hukum lainnya yang terjadi di laut.

Kombes Oka Eswara berpesan kepada para personel yang akan berangkat tugas bahwa di kapal itu adalah Tim, Komandan Kapal harus mampu menyatu dengan anggotanya, jangan menjadi pejabat yang bekerja hanya sebatas standart, sehingga hasilnya kurang optimal.

"Jadilah pemimpin yang kreatif, mumpuni dan memiliki keistimewaan yaitu pemimpin yang tidak hanya mempunyai kompetensi intelektual, namun juga Integritas moral yang baik sehingga dapat menjadi panutan dalam membangun karakter dan optimisme organisasi", pesannya.

Sementara di Jayapura, Dirpolair Korpolairud Brigjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H.,M.Hum mengatakan bahwa dalam rangka mencegah potensi konflik dan menjaga situasi yang aman dan kondusif, pihaknya telah mengerahkan 4 unit kapal ke wilayah Papua dan Papua Barat.

"Ya benar, kita telah kerahkan 4 unit kapal klas A (kapal type besar) sekaligus untuk melaksanakan tugas backup pengamanan dan pemulihan kondisi di Papua dan Papua Barat. KP. Bisma - 8001 kita geser dari Bitung (Sulut) ke Jayapura, lalu KP. Sadewa - 7003 kita geser dari Surabaya (Jatim) ke Sorong Papua Barat. Sedangkan 2 unit kapal baru buatan Korea KP. Anggada -7016 dan KP. Bima - 7014 kita berangkatkan langsung dari Jakarta ke Timika dan Sorong", ujar Brigjen Latif.

Kapal - kapal tersebut bertugas sebagai perkuatan dalam rangka pengamanan dan pelayanan serta perlindungan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

Diketahui bahwa saat ini Kabaharkam Polri, Dirpolair, Dirpoludara dan Kasubdit Patroli Perairan Mabes Polri turun langsung bergabung dengan rombongan Kapolri dan Panglima TNI dalam rangka pemulihan kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat

"Saya perintahkan kepada kapal - kapal patroli kita untuk membantu sepenuhnya personel kewilayahan dan bersinergi dengan unsur TNI AL serta instansi terkait lainnya, melaksanakan tugas dengan tetap mengedepankan kegiatan yang bersifat preemtif dan humanis", tutup Dirpolair.

(Humas Ditpolair Mabes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *