Beranda Kadis PPA Kabupaten Lahat Membantah Kurang Sosialisasi, Hingga Kasus Cabul Makin Meningkat

Kadis PPA Kabupaten Lahat Membantah Kurang Sosialisasi, Hingga Kasus Cabul Makin Meningkat

0
Kadis PPA Kabupaten Lahat Membantah Kurang Sosialisasi, Hingga Kasus Cabul Makin Meningkat
Kadis PPA Kabupaten Lahat Membantah Kurang Sosialisasi, Hingga Kasus Cabul Makin Meningkat

Version
Download 0
Total Views 10
Stock
File Size 952.00 KB
File Type unknown
Create Date 20 June 2018
Last Updated 20 June 2018
Download

Kadis PPA Kabupaten Lahat Membantah Kurang Sosialisasi, Hingga Kasus Cabul Makin Meningkat

Polda Sumsel – Disinggung oleh pemerhati anak, kian meningkatnya angka kejahatan seksual terhadap anak di Kabupaten Lahat, akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah.

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dr Hj Elly Sulastri MARS, akhirnya angkat bicara. Hj Elly Sulastri menuturkan, pihaknya mengakui sebelum kantor ini berubah jadi dinas, kasus anak banyak ditangani oleh Lembaga Pemerintah Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) Lahat.

Hanya saja untuk saat ini, penanganan, maupun pendampingan kasus anak harus dilakukan oleh pihaknya.

Rencananya akan dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah, tapi pemerintah pusat terpaksa menunda rencana itu tahun ini. Untuk kasus anak, belum ada yang minta pendampingan ke kita, ucapnya, pada Selasa (15-5-2018).

Terkait sosialisai mengenai UU Perlindungan Anak ketengah masyarakat, pihaknya terus melakukan itu.

Hanya saja lanjut katanya, untuk menangani masalah anak ini tidak bisa selesai oleh pihaknya. Perlu keterlibatan semua pihak, Polri, TNI, pendidik, ulama, masyarakat, bahkan orang tua. Contoh kecilnya, pengawasan penggunaan media sosial.

Solusinya membentuk kantor perlindungan perempuan dan anak ditiap kecamatan. Ini akan jadi perpanjangan tangan kita, ketuanya bisa dari istri camat setempat, sampai Hj Elly Sulastri, singkat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Ginanjar, SIK melalui Kanit PPA Ipda Omin Suhandi membeberkan, terhitung Januari hingga Mei 2018, sudah ada tujuh kasus pencabulan anak. Tersebar di Kecamatan Kikim Selatan, Kikim Timur Tanjung Sakti Pulau Pinang, dan tiga kasus di Kota Lahat.

Modusnya rata-rata diajak pacaran. Hal ini terjadi bisa karena kurangnya pengawasan orang tua, ekonomi, dan kurangnya pengetahuan pelaku terkait UU Perlindungan Anak, beber Omin.