Beranda Kapolres Sragen; Pemusnahan Ribuan E-KTP Kadaluarsa di Disdukcapil Cegah Penyalahgunaan

Kapolres Sragen; Pemusnahan Ribuan E-KTP Kadaluarsa di Disdukcapil Cegah Penyalahgunaan

0
Kapolres Sragen; Pemusnahan Ribuan E-KTP Kadaluarsa di Disdukcapil Cegah Penyalahgunaan

Version
Download 0
Total Views 20
Stock
File Size 1.37 MB
File Type unknown
Create Date 10 January 2019
Last Updated 10 January 2019
Download

tribratanews.polri.go.id, Sragen –  Ribuan keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dibakar. Pemusnahan tersebut untuk mengantisipasi penyalahgunaan keping E-KTP tidak terpakai. Apalagi saat ini rawan lantaran mendekati pemilihan umum (Pemilu).

Pemusnahan dilaksanakan pada Kamis (10/1) sore di halaman kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen. Pemusnahan ini dihadiri Kapolres Sragen Polda jawa Tengah AKBP Yimmy Kurniawan, Kadispendukcapil Haryatno Wahyu Lwiyanto dan Kepala Satpol PP Heru Martono.

 

Kepala Dispendukcapil, Wahyu menyampaikan ada 12.878 Keping E-KTP yang sudah tidak terpakai untuk dimusnahkan. Dia menyampaikan Dispendukcapil melakukan pemusnahan E-KTP tak terpakai tersebut atas instruksi dari kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 

”KTP yang dimusnahkan itu sebenarnya juga tidak bisa dipergunakan untuk apa-apa. Pemusnahan itu dilakukan supaya masyarakat paham bila KTP yang rusak tetap dimusnahkan. Hal ini supaya tidak ada penilaian yang miring atau negatif terhadap dokumen yang sudah tidak berlaku,” terangnya.

 

Pihaknya menyampaikan E-KTP yang dimusnahkan tersebut terkumpul dalam tiga bulan terakhir. Wahyu menerangkan jika sebelumnya juga sudah dilakukan pemusnahan pada 14 Desember lalu. Pada pemusnahan pertama sebanyak 14.101 keping E-KTP.

 

E-KTP yang tidak berlaku sebagian besar karena perubahan status pemiliknya. Seperti sudah pindah atau berganti status perkawinanKTP-KTP itu disisir dari 20 kecamatan. Nantinya pemusnahan itu akan dilakukan secara rutin.

 

Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar, KTP-KTP yang sudah tidak berlaku itu memang sudah dirusak dengan cara dipotong atau dilubangi. “Sebelum dimusnahkan, KTP-KTP itu memang sudah dilubangi atau dipotong dan memang sudah tidak bisa dipergunakan lagi karena sudah dalam kondisi rusak,”  terang Kapolres.

 

Menurut dia langkah ini sebagai antisipasi jika ada penemuan KTP di tempat yang tidak seharusnya seperti di daerah lain. Jika ada hal semacam itu bisa dilaporkan ke Dispendukcapil supaya ditindaklanjuti. ”Jika ada di Sragen, laporkan saja. Mungkin tercecer saat dipindah dan sebagainya. Tapi dipastikan tidak bisa digunakan lagi,” terangnya.

 

(Humas Polres Sragen)