Beranda Pelaku Percobaan Pembunuhan Dengan Racun Tikus Diringkus

Pelaku Percobaan Pembunuhan Dengan Racun Tikus Diringkus

0
Pelaku Percobaan Pembunuhan Dengan Racun Tikus Diringkus

Version
Download 3
Total Views 18
Stock
File Size 1.38 MB
File Type unknown
Create Date 15 January 2019
Last Updated 15 January 2019
Download

Polsek Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat meringkus pelaku percobaan pembunuhan terhadap lima orang warga dengan cara memberikan makanan berupa nasi goreng yang sudah dicampur racun tikus di dua tempat kejadian perkara secara terpisah.

Kapolsek Pangkalan Brandan, Iptu Dahnial Saragih, di Pangkalan Brandan, Senin, mengatakan, pelaku percobaan pembunuhan yang diamakan itu adalah ES (55) warga Jalan Besitang Nomor 38 Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan.

Sementara yang menjadi korbannya adalah Sukarni (45) dan Rizka Ramadhani Daulay (11), keduanya warga Jalan Imam Bonjol Nomor 60 Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, serta Sri Astuti (41) warga Jalan Tanjungpura Gang keluarga Desa Pelawi Utara, Kecamatan Babalan.

Kemudian Frili Ananda Putri (30) dan Frita (16) warga Jalan Tanjungpura Desa Pelawi Utara, Kecamatan Babalan.

Dari pengungkapan itu diamankan barang bukti berupa dua bungkus nasi goreng sisa yang telah dimakan para korban yang kini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan.

Disampaikannya, saat itu salah seorang korban, Putri, berada di rumah, kemudian pelaku ES datang bersama seorang anak bernama Jefri mengantarkan nasi goreng ke rumahnya dan nasi goreng tersebut dimakan oleh para korban.

Lalu para korban mengalami mual dan muntah-muntah, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan. Sementara di tempat lainnya juga terjadi hal yang sama, dimana para korban mengalami muntah-muntah dan mual, yaitu Sri Astuti, Frili Ananda Putri, dan Frita.

Akhirnya para korban melaporkan kejadian itu kepada polisi, yang kemudian mengamankan ES. Pelaku mengakui nasi goreng pemberiannya itu sudah dicampur racun tikus merk Mimex.

"Polisi sedang memeriksa pelaku secara intensif guna pengembangan kasusnya lebih lanjut," katanya. (MS)