Beranda Pemilik PT Maqbuul Tersangka Kasus Penipuan Jamaah Umroh

Pemilik PT Maqbuul Tersangka Kasus Penipuan Jamaah Umroh

0
Pemilik PT Maqbuul Tersangka Kasus Penipuan Jamaah Umroh

Version
Download 1
Total Views 9
Stock
File Size 1.43 MB
File Type unknown
Create Date 20 February 2019
Last Updated 20 February 2019
Download

Pemilik PT Maqbuul berinsial MAS warga Binjai ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan jamaah umroh oleh penyidik Polda Sumut. Dia diduga telah menipu 53 orang jamaah umroh.
"Sudah kita tetapkan menjadi tersangka pemilik dari PT Maqbuul, tersebut" ungkap Kasubdit I/ Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu AKBP Simon Sinulingga, Selasa (19/2).

Simon menjelaskan, MAS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melakukan gelar perkara.

Sebelumnya Simon menegaskan, pihaknya memang akan tetap memproses kasus laporan jemaah umroh PT Maqbuul Binjai yang menjadi korban penipuan. Ia juga menyebutkan, jika kasus ini sudah menjadi atensi pimpinan, dan Polda akan serius melakukan penyelidikan.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, pelapor bernama Djumaah Edimara telah membuat pengaduan ke Poldasu sesuai LP No: 72/1785/XII/2018/SPKT II tanggal 28 Desember 2018. Dimana, sebanyak 53 jemaah umrah dari perusahaan yang berada di Jalan Veteran, Kota Binjai mendatangi Poldasu atas dugaan tindak pidana kasus penipuan yang dilakukan PT Maqbuul milik Azmi sebagai jasa travel Haji dan Umrah.

Kuasa hukum dari para jemaah, Wami Prabowo dan Ramses Pandiangan dari Advokat BPPH (Badan Pembelaan Hukum) PP Sumut menjelaskan, awalnya ke-53 jemaah umrah ini dijanjikan untuk berangkat pada 28 Oktober 2018. Namun entah atas dasar apa, perjalanan tersebut ditunda hingga November.

"Saat di bulan November 2018, ternyata tidak berangkat juga. Klien saya langsung mempertanyakan kepada Mala pegawai di PT Maqbuul itu. Kata mereka nanti akan dikabari lebih lanjut dan berangkat menjadi bulan Desember 2018," terangnya.
Setelah ditunggu sampai Desember, tepatnya, 18 Desember 2018 ke-53 Jemaah ini dipanggil PT Maqbuul untuk diberangkatkan dari hotel Wings dekat Kualanamu.

"Jadi semua jemaah menginap di sana sejak tanggal 18 Desember sampai 28 Desember 2018," ujarnya.

Namun ternyata, para jemaah umrah belum juga diberangkatkan. Sedangkan masa menginap mereka di hotel tersebut sudah habis.

"Sehingga kami langsung keluar dari hotel dan membuat laporan ke Polda Sumut," tandasnya. (MS)