Beranda Penyebar Video Mesum Dilaporkan Polres Sragen, Pelaku Terancam UU ITE

Penyebar Video Mesum Dilaporkan Polres Sragen, Pelaku Terancam UU ITE

0

Version
Download 5
Total Views 51
Stock
File Size 1.38 MB
File Type unknown
Create Date 17 January 2019
Last Updated 17 January 2019
Download

tribratanews.polri.go.id, Sragen – Sebarkan video porno, warga Karangmalang Sragen berinisial Mar (33), di laporkan korban kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen. Mar yang kini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres Sragen, terancam tindak pidana undang undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008. Kamis (17/01/2019).

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim mengatakan, “setelah kita dalami, tersangka Mar selanjutnya akan kita kenakan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 1 UURI No.19 thn 2016, tentang perubahan atas Undang-undang RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa Hak mendistribusikan dan atau menstransmisikan  dan atau membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, “ ujarnya.

 

Peristiwa ini berawal dari hebohnya video porno yang beredar di kalangan salah satu pabrik, dimana korban dan tersangka bekerja. Rupanya, korban berinisial FH warga Masaran Sragen memiliki hubungan khusus dengan pelaku Mar, hingga layaknya suami istri. Namun pengambilan video itu direkam secara diam-diam oleh Mar, dan kemudian disebar setelah Mar merasa sakit hati setelah FH minta putus.

 

Sebaran video itu menurut Kasat Reskrim sempat beredar di kalangan pabrik, hingga akhirnya di ketahui oleh korban dan iapun melapor kepada polisi.

 

“Video itu terbongkar setelah pelaku Mar dengan sengaja menyebar video pornonya, lantaran korban yang juga pacarnya mendadak minta putus. Awalnya video mesum berdurasi pendek itu di share kepada salah satu teman sekerja pelaku dan korban. Karena pelaku kecewa sikap korban yang tiba tiba minta putus, video itupun kemudian di teruskan, hingga akhirnya video mesum itu beredar luas di kalangan pekerja pabrik, “ ujar AKP Harno.

 

Kasus penebaran video asusila yang melibatkan dua buruh pabrik itu, kini telah di tangani oleh unit PPA Sat Reskrim.

 

AKP Harno menguraikan, bila pihaknya juga telah melakukan penyitaan terhadap handphone bersama sim card yang di gunakan untuk menyebar luaskan video mesum tersebut, yakni handphone warna putih merk OPPO F5, handphone warna silver merk Samsung J2 Prime, handphone warna putih merk OPPO A71, handphone warna hitam merk Samsung J5.

 

(Humas Polres Sragen)