Beranda Peras Pegawai Kemenag, Oknum Mahasiswa Universitas Asahan Diringkus Polisi

Peras Pegawai Kemenag, Oknum Mahasiswa Universitas Asahan Diringkus Polisi

0
Peras Pegawai Kemenag, Oknum Mahasiswa Universitas Asahan Diringkus Polisi

Version
Download 0
Total Views 5
Stock
File Size 1.37 MB
File Type unknown
Create Date 11 January 2019
Last Updated 11 January 2019
Download

Humas.polri.go.id (Medan) - Seorang oknum mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Asahan berinisial MKUD diringkus polisi lantaran melakukan pemerasan terhadap seorang pegawai Kemenag Asahan. Mahasiswa yang berasal dari Batubara ini diringkus bersama seorang rekannya berinisial RK warga Gambir di salah satu cafe yang ada di bilangan jalan Imam Bonjol Kisaran pada Rabu (9/1/2019) malam.

Kapolres Asahan AKBP.Faisal F.Napitupulu SIK.MH melalui Kasat Reskrim AKP.Ricky Pripurna Atmaja,SIK membenarkan penangkapan itu. Dia mengatakan kedua terduga pelaku pemerasan tersebut diantaranya MKUD seorang aktivis yang masih berstatus kuliah di fakultas Hukum Universitas Asahan dan RK warga Gambir baru dan bukan mahasiswa.

"Barang bukti yang dapat diamankan saat penangkapan berupa uang tunai sebanyak 8 juta rupiah, namun demikian terkait kronologis kejadiannya rekan wartawan mohon bersabar, dikarenakan tim penyidik masih melakukan proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku tersebut, dan kamipun masih melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut,"ungkapnya Kamis (10/1/2019).

Terpisah Adit Satria Tanjung mantan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat dikonfirmasi Hums Polri di Polres Asahan membenarkan "MKUD"merupakan kader organisasi kemahasiswaan itu.

"Saat ini dia masih menjabat sebagai bendahara di PMII Asahan dan dia juga masih berstatus mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Asahan,"urai Adit.

Adit juga mengatakan perbuatan "MKUD" telah mencoreng nama lembaga, meskipun yang dilakukan tersebut bukan mengatas namakan PMII.

"kami selaku alumni PMII juga meminta kepada ketua PMII Asahan untuk segera mencoret dan mengeluarkan dari organisasi ini,"pintanya.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Universitas Asahan Bahmit Panjaitan,SH.MKn saat dihubungi Matatelinga.com mengaku sangat terkejut mendengar kabar terkait salah seorang mahasiswanya dibekuk aparat kepolisian dikarenakan telah melakukan pemerasan terhadap pegawai dilingkup Kemenag Asahan.

Bahmit Panjaitan juga mengatakan persoalan ini sudah dilaporkan kepada pihak rektor Asahan,

"Tentunya Universitas akan memberikan sanksi akademis dan seluruh civitas akademika Universitas Asahan tentunya sangat mendukung langkah penegakan hukum terlebih dalam proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap "MUD"," terangnya.

"Dan kami juga mensupport pihak Kepolisian Resor Asahan untuk menuntaskan perkara ini, agak kelak dikemudian hari tidak ada lagi seperti ini dilakukan oleh mahasiswa kami,"pungkasnya. [Ar]