Beranda Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Nenek di Sunggal

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Nenek di Sunggal

0
Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Nenek di Sunggal

Version
Download 3
Total Views 24
Stock
File Size 1.36 MB
File Type unknown
Create Date 4 January 2019
Last Updated 4 January 2019
Download

Humas.polri.go.id (Medan) - Kasus dugaan perampokan dan pembunuhan yang dialami Rajeng (70) warga Jalan Abdul Hakim Gang Setia, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang, pada Selasa (1/1/2019) malam kemarin hingga kini masih menjadi misteri. Polisi hingga kini masih memeriksa sejumlah saksi untuk menemukan titik terang kasus pembunuhan tersebut.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menyebutkan hingga saat ini ada tiga orang saksi yang diperiksa. Polisi juga belum mengetahui pasti motif pembunuhan tersebut.

"Sudah tiga saksi yang kita periksa dan saat ini anggota di lapangan masih melakukan penyelidikan," kata Yasir, Kamis (3/1/2019).

"Motifnya juga belum kita ketahui karena tim kita masih dilapangan melakukan penyelidikan,"imbuhnya lagi.

Yasir juga menerangkan saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari autopsi, untuk mengungkap penyebab kematian korban tersebut.

"Kalau yang hilang nggak tahu pasti, karena dia tinggal sendiri," ujarnya.

Untuk diketahui, korban Rajeng ,70,  ditemukan tewas di dalam rumahnya dalam keadaan terlentang dengan posisi tangan terikat tali tas dan kaki dalam keadaan terikat seprai.

Jasad korban yang diketahui keturunan warga India itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga bernama Tuma Dewi yang hendak berkunjung ke rumah korban.

Saat itu, dia dan suaminya Saundrajin melihat posisi pintu rumah korban dalam keadaan terbuka separuh. Selain itu, rumah tersebut juga dalam kondisi mati lampu.

Kemudian saksi menyuruh suaminya untuk menghidupkan lampu sepeda motor untuk menerangi rumah korban.

Saksi kemudian meminjam lilin ke salah seorang warga dan selanjutnya dengan menggunakan lilin, saksi masuk ke rumah korban.

Setelah masuk ke rumah tersebut, saksi kemudian masuk ke kamar korban dan melihat korban dalam keadaan terlentang sudah tidak bernyawa dengan posisi tangan dan kaki terikat. [Ar]