Beranda Pres Release di Sragen; Peredaran Obat Keras Sudah Sampai Desa Dan Mengenal...

Pres Release di Sragen; Peredaran Obat Keras Sudah Sampai Desa Dan Mengenal Sistem Paket

0
Pres Release di Sragen; Peredaran Obat Keras Sudah Sampai Desa Dan Mengenal Sistem Paket

Version
Download 0
Total Views 3
Stock
File Size 1.63 MB
File Type unknown
Create Date 27 June 2019
Last Updated 27 June 2019
Download

tribratanews.jateng.polri.go.id, Sragen – Beberapa ungkap perkara sekaligus di sorot dalam acara pres release ungkap perkara Kapolres Sragen Polda Jawa Tengah pagi ini, Kamis (27/06/2019) di halaman Mapolres Sragen.

Kapolres dalam pres releasenya, yang di wakili oleh Kabag Ops AKP Yohanes dan Kasubbag humas AKP Agus Jumadi memaparkan ada sebanyak empat perkara tindak pidana sekaligus berhasil di ungkap oleh jajaran Polres Sragen periode bulan Juni 2019. Diantara perkara itu, salah satu diantaranya yang di sorot media adalah kasus penyalahgunaan narkoba, di wilayah Sragen.

 

Nampak hadir dalam kegiatan itu, Kepala Sub Bidan Penerangan Masyarakat AKBP Priyono bersama pejabat Subbid Humas Polda Jateng lainnya Kompol Ulum serta Brigadir Agus. Acara diikuti oleh puluhan awak media sragen, baik televisi, media cetak, media online serta youtube asal sragen.

 

Dalam pemaparan yang di sampaikan Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo mewakili Kapolres, mengungkapkan sejumlah perkara yang berhasil di ungkap jajarannya, yakni tersangka penyalahgunaan narkoba selama satu bulan terakhir bulan juni ini.

 

Seperti yang terlihat di atas meja ini ada beberapa barangbukti, bahwa Polres Sragen selama satu bulan terakhir ini berhasil mengungkap lima kasus narkoba, yang terbagi atas tiga tersangka narkotika dan dua diantara kasus lainnya tersangka pengedar obat obatan .

 

‘Yang menarik dari salah satu tersangka ini, bernama ari bowo, kasus sabu, ia juga residivis jambret, yang sudah beberapa kali masuk penjara, artinya ia sudah hapal betul lika liku penjara, “ terang AKP Joko sembari memegang barang bukti berupa sabu.

 

Ia menguraikan lagi bahwa, “selain Ari Bowo ini, ada dua diantara tersangka lainnya, berinisial RA dan TY alias ON, ini mengedarkan obat obatan jenis yarindo, di setarakan semacam Trihexypenidil atau tramadol, yang mana mereka yang kecanduan memakai obat ini akan merasa lebih sehat, lebih kuat, seperti itu. Dan yang lebih penting lagi, obat obatan ini tidak memiliki ijin edar, dan termasuk dalam kategori melanggar pasal 196 UU kesehatan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, “ ujarnya lagi.

 

“Tentang tersangka yang residivis itu, yang berinisial AB AKP Joko menguraikan ia berperan sebagai pengedar atau pemakai. Ia berusaha menggunakan dan juga memakai narkoba itu secara gratis. Ia mengambil untuk di konsumsi dari sebagian sabu yang di jual, “ tandasnya.

AKP Joko juga mengutarakan, ada yang lebih menarik pada peredaran obat obatan Yarindo yang beredar di Gesi, di wilayah yang cukup sepi, di jalur pedesaan, mereka sudah mengenal jaringan melalui paket. Jadi cara pembelinya ini di beli transfer dulu, kemudian nanti akan di kirim oleh di pengirim, dan di terima oleh si penerima. Sehingga posisi undercover petugas narkoba itu awalnya sempat kesulitan.

(Humas Polres Sragen)