“Saya Mencatut Nama Keluarga Jokowi Agar Bisnis Jual HP Cepat Laku” ________________________________________

  • Version
  • Download 4
  • File Size 248.00 KB
  • File Count 1
  • Create Date 21 Januari 2020
  • Last Updated 21 Januari 2020

“Saya Mencatut Nama Keluarga Jokowi Agar Bisnis Jual HP Cepat Laku” ________________________________________

Selama setahun tersangka M Mirza (MM) berusia 27 tahun,  warga Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur sudah berhasil menjual 6 telepon genggam (HP) dengan aksi bulusnya itu.

"Masih dilakukan pendalaman karena sudah selama setahun lebih melakukan kegiatan jual beli dengan mengaku-aku sebagai keluarga pejabat sehingga mendorong orang lain bahwa seolah-olah (pengakuan tersangka) itu benar," tandasKabid Humas Polda Jatim Kombes  Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setiawan, Selasa (21/1/2020).

Tersangka MM mengakui perbuatannya dan mengaku membeli telepon genggam dagangannya di konter-konter kemudian dipasarkan kembali secara online melalui Twitter dan WhatsApp. "Saya meminta maaf kepada Bapak Presiden Jokowi, kepada Kaesang, kepada Bapak Marzuki Alie, terutama kepada keluarga saya sendiri. Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi," ujar tersangka.

Akibat perbuatanya itulah, akhirnya tersnagka tertangkap oleh anggota Siber Ditreskrimsus Polda Jatim sekaligus tersangka dilakukan penahanan. “ Ya tersangka  tertangkap gara-gara mencatut nama Presiden Jokowi, keluarganya, dan beberapa nama pejabat dan tokoh lainnya, untuk melancarkan bisnis jual beli telepon genggam (HP),” lanjut Kombes Truno-sapaan akrabnya.

Tersangka MM sebetulnya berbisnis secara apik. Telepon genggam yang ia jual bukan hasil dari kejahatan. "Proses (transaksi)-nya benar, namun agar memperlancar penjualan, modusnya tersangka mengaku dari keluarga besar Istana,"  lanjut Kombes Trunoyudo.

Tersangka MM beraksi setahun terakhir dan Ia memasarkan HP-nya melalui akun Twitter dan WhatsApp. Konsumen yang tertarik kemudian dipikat tersangka dengan mengaku-aku sebagai bagian dari keluarga Jokowi. Tak hanya Jokowi, dalam data salinan obrolan WhatsApp tersangka dengan konsumen, tersangka juga mengesankan diri dekat dengan Tjahjo Kumolo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *