Waka Polda Bali Hadiri Upacara Pemahayu Jagat dalam rangka memohon Waranugraha Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru

  • Version
  • Download 1
  • File Size 1.05 MB
  • File Count 1
  • Create Date 7 Juli 2020
  • Last Updated 7 Juli 2020

Waka Polda Bali Hadiri Upacara Pemahayu Jagat dalam rangka memohon Waranugraha Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru

Polda Bali - Minggu Purnama Kasa tgl 5 Juli 2020 pkl 10.00 Wita bertempat di Pura Penataran  Agung Besakih, Desa Besakih, Kec.Rendang Kab.Karangasem telah berlangsung giat persembahyangan bersama Upacara Pemahayu Jagat dalam rangka memohon Waranugraha Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Masyarakat Bali yang Produktif dan aman dari Covid-19.

Tampak hadir pada kegiatam tersebut Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., Wakil Gubernur Bali Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., Jajaran Forkorpimda Prov Bali., Wakapolda Bali Brigjen. Pol. Drs. I Wayan Sunartha, Pangdam IX Udayana Mayor Jendral TNI Kurnia Dewantara.

Hadir pula Sekda Provinsi Bali/ Selaku ketua Penanggulangan Covid-19, Danrem 163/WSA, Wakil Ketua DPRD Prov Bali, Ketua PHDI Prov Bali, Kajati Prov Bali, Kapolres Karangasem, Dandim 1623 Karangasem, Danlanud Ngurah Rai, Ketua Pimpinan Majelis Agama Prov Bali, Bupati Se Bali,  Ketua DPRD Kab.Karangasem, Rektor Unud, Majelis Agung FKUB Prov Bali, Forkorpimka Rendang, Ketua MO PKPA (Manajer Oprasional) Besakih, Kades Besakih, Bendesa Adat Besakih, Para Pemangku Pangemong Pura Penataran Agung Besakih, Ketua Pecalang Desa Adat Besakih, Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali, Mantan Gubernur Bali Dewa Brata, Beserta para Krama yang mengikuti giat persembahyangan bersama.

Giat persembahyangan bersama Upacara Pemahayu Jagat dalam rangka memohon Waranugraha Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Masyarakat Bali yang Produktif dan aman dari Covid -19 dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Tianyar, Gria Mandara Sidemen Karangasem, Ida Begawan Putra Nawa Nata Wangsa Pemayun, Kedatuan Blatungan dan Ida Pedanda Merta Yoga, Gria Budekeling Karangasem.
Dan di enter oleh Pemangku Pura Penataran Agung Besakih Gusti Mangku Jana.

Bertempat di Wantilan Kesari Warmadewa Besakih Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga merupakan ketua penanggulangan Covid-19 Prov Bali mengungkapkan, sampai saat ini semua jajaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali telah bekerja maksimal bahkan melampaui/mendahului apa yang dilaksanakan oleh daerah lain, seperti misalnya Bali adalah Provinsi pertama yang membentuk Satgas Covid19 (sekarang Gugus Tugas).

Bali juga Daerah pertama yang melakukan Skrining di Pintu Masuk, Bali juga pertama menerapkan Karantina, Bali juga yang pertama mengembangan Laboratorium penanganan Covid 19 di daerah. Oleh karena itu, saya sangat salut dan memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemprov. Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali terutama Gugus Tugas Covid-19, semua ini akan segera berakhir, apabila masyarakat kita sudah disiplin mentaati protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Pemerintah, sehingga baru bisa penerapan kehidupan yang baru dengan selektif dan terbatas dengan melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru untuk masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Bali menyampikan ucapan terima kasih kepada segenap undangan yang telah hadir serta menyebutkan dalam lontar kuno yang menjadi sumber nilai kearifan lokal menjadi keyakinan Masyarakat Bali, penyakit merupakan siklus alam, ada tiga jenis penyakit menimpa manusia/Gering, Hewan/grubug dan tumbuhan disebut sasab, adanya wabah penyakit tertentu merupakan kurangnya keseimbangan alam semesta dan adanya wabah Covid - 19 saat ini merupakan proses alam yang mesti dimaknai positif sebagai pondasi menuju suatu tatanan kehidupan baru secara holistik dalam era baru.

Dalam penanganan wabah Covid-19 utamanya di Prov Bali sudah secara maksimal dan solid dengan bergerak secara bergotong -royong dan secara sekala dan niskala untuk meminimalisir sehingga untuk mencapai hasil yang baik dalam pengendalian wabah Covid-19, oleh karena itu kita harus terus berupaya untuk trus menekan penyebaran wabah Covid -19 secara bertahap, selektif dan terbatas dengan melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru untuk masyarakat produktif dan aman Covid-19. Terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *