Polda Kalbar

Banjir Melawi Menelan Korban Jiwa, Kapolres Melawi Imbau Orang Tua Waspada dan Awasi Aktivitas Anak

POLRES MELAWI, POLDA KALBAR – Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto melalui Paur Humas Bripka Arbain mengimbau masyarakat Kabupaten Melawi Kalimantan Barat agar menjaga anak-anak di tengah bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah, menyusul dua anak dilaporkan tenggelam di Kecamatan Nanga Pinoh.

 

“Bagi masyarakat yang terdampak banjir kami imbau agar awasi aktivitas anaknya. Jangan sampai lengah, terus waspada dan awasi buah hati, terutama yang masih di bawah umur dan belum bisa berenang, agar korban jiwa tidak bertambah,” imbau Arbain, Minggu 24 Oktober 2021.

 

Selain itu, Polres Melawi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan kemungkinan yang terjadi akibat dari tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari ini, seperti banjir dan longsor. Kepada warga yang berada di bantaran Sungai Melawi yang berpotensi banjir diharapkan untuk mewaspadai kemungkinan banjir besar yang dapat mengakibatkan rumah warga tergenang banjir.

 

“Kami juga mengimbau untuk masyarakat yang akan bepergian menggunakan kendaraan darat agar berhati-hati berkendara karena jalan licin dan hindari serta lebih berhati-hati apabila melewati jalan yang berpotensi banjir dan longsor. Kami juga berharap masyarakat saling bahu membahu dan membantu serta partisipasi dalam memberikan informasi apabila ada terjadi peristiwa yang harus ditangani segera,” harap Arbain.

 

Diberitakan sebelumnya, bencana banjir di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat menelan korban jiwa. Dua orang anak dilaporkan tenggelam, satu bayi berusia 9 bulan di Desa Baru Kecamatan Nanga Pinoh nyawanya tak tertolong meski sempat mendapatkan perawatan. Sementara bocah berusia 9 tahun masih dalam pencarian di Desa Labai Mandiri.

 

MR, bayi berusia 11 bulan ditemukan oleh warga di Dusun Istana 2 RT/RW 001/003 Desa Baru Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, pada hari Sabtu tanggal 23 Oktober 2021.

 

Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto melalui Paur Humas Bripka Arbain mengatakan sebelum jatuh tenggelam, bayi tersebut minum susu di dapur. Saat ditinggal ibunya ke kamar sebentar, saudara kandung MR bermain di pelataran dapur. Saat MR jatuh langsung hilang, saudaranya lalu memberitahu ke ibu korban jika adiknya jatuh di belakang.

 

“Orang tua korban melaporkan ke warga bahwa anaknya dinyatakan tenggelam kejadian pukul 12.30 WIB,” kata Arbain.

 

Keberadaan bayi 11 bulan itu ditemukan sekitar pukul 12.45 WIB, korban ditemukan di samping rumah sekitar jarak 2 meter. Korban dievakuasi ke rumah RS Citra Husada.

 

“Pukul 13.00 WIB, MR dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Pukul 16.00 WIB, MR dimakamkan di pemakaman umum Desa Baru,” kata Arbain.

 

Penulis : Arbain

Related Posts