Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online ________________________________________

  • Version
  • Download 0
  • File Size 1.47 MB
  • File Count 1
  • Create Date 27 Januari 2021
  • Last Updated 27 Januari 2021

Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online ________________________________________

Unit IV Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim  berhasil membongkar kasus prostitusi online anak dibawah umur  yang terjadi Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 23.00 WIB di Kelurahan Tambak Rejo, Waru, Sidoarjo.

Kasus ini melibatkan tersangka berinisial AP (21) mahasiswa yang berdomisili di Tambakrejo, Waru, Sidaorjo.  Kini tersangka ditahan di Mapolda Jatim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot RH didampingi Kasubdit Siber AKBP Wildan, Selasa (26/1/2021) menjelaskan, berawal bulan Januari 2021 tersangka  mengenal sebut saja “Mawar” . Kemudian menawarkan wanita itu untuk dibantu boking order (BO) melalui online.

Karena wanita yang disebut Mawar ini bersedia, lalu tersangka menggungah konten berisi penawaran jasa  layanan prostitusi melibatkan anak dibawa umur di media sosial (medsos).

Medsos itu Michal dengan nama akun Puput, grup whatsap “beragam kreasi Jatim” dengan nomor 0821201xxxx dan grup face book “ cewek  include Surabaya Sidoarjo” menggunakan  akun facebook “Angga Gepeng”.

Kronologis kjadian Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim yang dikomandani AKBP Wildan  sekira Januari 2021 melakukan patrol Sider (cyber patrol).  Kemudian dilakukan analisa dan penyelidikan keberadaan pemilik akun yang menggunggah konten tersebut.

Upaya yang dilakukan oleh petugas akhirnya berhasil mengamankan pemilik akun beserta baraag bukti di lokasi kejadian sekaligus menangkap pelaku di rumahnya di Tambakrejo, Waru, Sidoarjo.

Barang bukti  yang diamankan dari tersangka berupa HP dan dari Mawar juga HP. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 296 KUHP. Sedang ancaman hukuman 6  tahun atau denda Rp  1 miliar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *