[language-switcher]
Beranda  Berita

PENADATANGANAN MOU POLDA SUMSEL DAN FAKULTAS HUKUM UNSRI PALEMBANG DALAM RANGKA SAKSI AHLI PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA KARHUTLA

Palembang – Polda Sumatera Selatan menggandeng Universitas Sriwijaya untuk menyiapkan para ahli dalam penegakan hukum kasus-kasus kebakaran hutan dan kebun serta lahan.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan,Sik SH MH, Jumat,09/04/2021 mengatakan selama ini pihaknya kerap mendatangkan para ahli dari berbagai bidang dari luar Sumsel dalam pemeriksaan pelaku kasus karhutla.

“Kami (polisi) membutuhkan ahli untuk membuktikan tanah itu terbakar atau tidak, lalu menentukan dampak-dampak karhutla, termasuk menghitung kerugian akibat karhutla,” ujarnya saat penandatangan kerjasama di gedung Fakultas Hukum Unsri Palembang.

Selain meminimalisir biaya dalam mendatangkan ahli, kerjasama tersebut juga sebagai apresiasi Polda Sumsel terhadap ilmuwan lokal yang dinilai berkompeten dalam berbagai disiplin ilmu.

Rudi menjelaskan bencana kebakaran hutan dan lahan di Sumsel terjadi hampir setiap tahun sehingga membutuhkan “effort” yang kuat dari mulai proses pencegahan, penanganan hingga penegakan hukum.

Pada proses penegakan hukum tersebut para penyidik kepolisian harus melakukan klarifikasi dan uji laboratorium bersama para ahli pertanahan maupun gambut dalam menentukan klausul hukum.

“Polisi hanya mengumpulkan keterangan dari ahli-ahli itu dalam menentukan klausul hukum,” kata dia.

Namun diakuinya proses pemeriksaan selama ini cukup menelan waktu jika ahli berada di luar Sumsel, sehingga diharapkan kerjasama dengan Unsri tersebut dapat memangkas hambatan jarak dan waktu.

Sementara Rektor Unsri Prof DR Ir Anis Sagaff Msce menambahkan kerjasama dengan Polda Sumsel akan ditindaklanjuti dengan menyiapkan pakar-pakar yang dapat dimintai keterangan dalam pemeriksaan.

“Unsri memiliki banyak pakar yang bisa dimintai keterangan di bidang gambut, justru malah sering di pakai oleh pemerintah pusat,” katanya.

Menurut dia, Unsri memiliki 1.100 dosen tingkat strata II (S2) yang pada dasarnya kredibel dan dapat diajak untuk proses pemeriksaan.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan berbagai laboratorium agar dapat digunakan untuk penanganan karhutla, ia menyatakan Unsri berkomitmen mendukung pemerintah dalam mencegah karhutla sudah menjadi agenda tahunan di Sumsel.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUMAS MABES POLRI

Polri Siapkan 10 Satgas Amankan World Water Forum Ke-10 di Bali
Polri Turunkan 5.791 Personel Amankan World Water Forum ke-10 di Bali
Polri Sebut Gangguan Kamtibmas dan Laka Lantas Menurun Saat May Day
Pererat Hubungan Kerja, Dankorbrimob Terima Kunjungan DSS ATA Kemenlu Amerika Serikat
Hardiknas, Kapolri Sebut Semua Pihak Bisa Berperan Majukan Pendidikan
Polri Luncurkan Whistle Blowing System untuk Awasi Proses Rekrutmen Anggota
Lihat Semua

HUMAS POLDA

Dalam Menjaga Kamtibmas Malam Hari, Polsek Ngantru Gelar Patroli Blue Light
Personil Polsek Amankan Kegiatan Masyarakat Pasar Malam di Lapangan Kalidawir
Patroli Mobile, Personil Polsek Besuki Berikan Himbauan Kambtimas Pada Satpam
Polres Tulungagung Rutinan Menggelar Doa dan Berikan Taliasih Kepada Anak Yatim
Cegah Bullying dan Kekerasan di Sekolah, Polsek Boyolangu Lakukan Penyuluhan di SD 2 Kepuh
Polres Simalungun Gelar Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di Jalan Asahan, Pematangsiantar
Lihat Semua
WordPress Lightbox